Tur (mini) Kita 4

tur compile

Oleh : Azmi Iik Firdhausi (Kakak Riset)


The best classroom and the richest clipboard is roofted by the sky
–Margaret McMillan

Hari ini adik-adik berkesempatan melakukan outdoor adventure education melalui permainan fisik sekaligus mengasah otak dan kreativitas. Pembelajaran di luar ini merupakan metode belajar yang berfokus pada suasana belajar di luar yang menyenangkan. Konsep adventure juga berarti journeying out to embrace the experience. Ya, experience atau pengalaman lah yang menjadi kunci utama. Pengalaman belajar di alam dan belajar dari alam.

Secara garis besar outdoor adventure education terdiri dari tiga komponen yang tergambar dalam diagram berikut.

e
Sumber: Outdoor Education : Authentic Learning in The Context of Landscapes (Higgins, P. and Nicol, R, 2002: 11)

Metode pembelajaran ini melibatkan outdoor activities dimana pergerakan fisik di luar ruangan yang ditonjolkan dan berbeda dengan kegiatan ketika di dalam kelas; environmental education dimana belajar di luar ruangan akan memiliki dampak adanya perasaan keterikatan dengan alam sehingga pembelajaran tentang lingkungan dapat optimal; terakhir personal and social development yang menekankan mengenai peran diri dalam tatanan sosial dengan mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama dan peduli.

Pembelajaran ini diawali dengan adik-adik dibagi menjadi dua tim—Tim Garuda dan Tim Cantik. Konsep permainannya hampir sama seperti amazing race yang terdiri dari pos-pos dan tiap peserta akan mendapat misi di setiap pos. Untuk dapat memenangkan permainan, adik-adik harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya ketika mengerjakan misi.

Pos Pertama adalah Pos Kibar Bendera. Pos ini merupakan modifikasi dari perlombaan pada acara perayaan 17 Agustus. Di dalam permainan tersebut orang pertama harus memberikan bendera kepada orang selanjutnya sampai dengan orang keempat. Namun setiap orang harus melakukan satu tugas. Orang pertama membawa kelereng menggunakan sendok; orang kedua balap trash bag; orang ketiga memasukkan pensil ke dalam botol; dan orang terakhir jalan jongkok dengan mata tertutup. Pos pertama ini dapat memberi pelajaran tentang kerjasama, bersikap sportif, percaya pada tim, peduli dan empati, dan belajar berjuang dengan sungguh-sunggu untuk mencapai tujuan.

Pos kedua adalah Pos Sampah. Adik-adik diminta untuk mengambil sticky note yang bertuliskan jenis sampah yang ditempelkan di pohon. Setelah itu berlari dan menampilkannya ke asturo yang sudah bertuliskan “organik” dan asturo lainnya bertuliskan “anorganik.” Pos ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan tentang sampah: bahwa tidak semua sampah itu sama, bahaya dan manfaat sampah, memahami pentingnya mengelola sampah dan yang paling penting adalah bagaimana manusia memiliki peran sentral dan esensial untuk menjaga lingkungan. Salah satu hal terkecilnya adala aware dengan sampah disekitar dan mau memilahnya.

Pos ke-3 adalah pos binatang ternak. Adik-adik mengambil tiga kata kunci. Tiga kata kunci tersebut harus dikembangkan menjadi sebuah dongeng fabel. Dua cerita yang dibuat oleh kedua tim sangat menarik. Tim Garuda bercerita tentang legenda musuh bebuyutan yang terjadi antara Kerbau dan Sapi, sedangkan Tim Cantik bercerita tentang Lomba Fashion Show di hutan. Pos ini mencoba mengenalkan apa saja hewan ternak dan karakteristiknya, meningkatkan keterampilan verbal dengan menulis kreatif, menulis dan mendongengkan, serta memahami pentingnya peran individu sebagai agen dalam kegiatan penciptaan karya secara kolektif.

Pos ke-4 adalah Pos Danau. Adik-adik diminta untuk melukiskan manfaat danau di selembar kertas sketsa. Pos ini mengajarkan untuk mengenal alam sekitar , memahami manfaat alam untuk keberlangsungan hidup manusia, merefleksikan kembali hubugan manusia dengan alam, belajar mengejawantahkan ide menjadi bahasa visual dan juga belajar tentang makna dari bersyukur.

Begitulah petualangan adik-adik hari ini. Petualangan yang semoga dapat menyisakan perasaan magis dalam diri setiap adik-adik atas pembelajaran yang didapatnya hari ini. Namun yang juga penting adalah: adik-adik bisa memahami bahwa definisi belajar tidak hanya terbatas pada ruang kelas dan nilai di atas kertas.

Salam.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>