Re-imagine Learning Through DASA

Bagi kamu yang minimal bisa bermain catur, konten video di atas pasti bakal cepat kamu pahami.

DASA, diambil dari sebutan angka “10″ dalam bahasa Sansekerta, adalah sebuah permainan termodifikasi. Benar bahwa ia tak sepenuhnya orisinil, namun ia memiliki kompleksitas kerjasama tim yang absen dari permainan catur biasa.

Di level standar, DASA dimainkan oleh 10 orang yang masing-masing mengemban posisi : 3 Prajurit (Pawn), 1 Ksatria (Knight), 1 Prabu (Raja), 1 Mahapatih (Queen), 1 Patih (Bishop), 1 Adipati (Rook), serta tambahan 1 Diplomat (Negotiator/Peacemaker) dan 1 Pedagang (Trader). Pada level lebih tinggi, salah satu prajurit diganti dengan Malaikat (Angel) atau Algojo (Executioner) dengan ketentuan kedua posisi unik ini tidak boleh berada dalam tim yang sama + penempatan awalnya bebas selama sebaris dengan Diplomat/Pedagang.

Saat ini mari kita fokus pada penjabaran level standar.

1. Luas area yang diperlukan guna memainkannya berkisar dari 5×6 hingga 5×8 kotak. Bagi pemula sebaiknya mencoba dari area terkecil terlebih dahulu.

2. Tiap anak bebas bergerak mengikuti kehendak pribadinya sesuai gerakan posisi yang ia emban.

3. Saat timnya tertekan, Diplomat berhak mengajukan REMIS bila ia sanggup mengklaim ‘Kunci Mati‘ terhadap Prabu lawan hanya dalam 2x giliran. Hak istimewa ini sebaiknya dipergunakan ketika Prabu tim sendiri sedang terancam klaim Kunci Mati pada giliran lawan berikutnya.

4. Saat dirinya terkunci/terancam, Pedagang berhak meminta barter atas nyawanya dengan mengorbankan nyawa teman setimnya yang lain kecuali Prabu atau memberi giliran ekstra bagi tim lawan secara cuma-cuma.

5. Selama berkonsolidasi, usahakan agar tim lawan tak mengetahui kode-kode komunikasi atau strategi yang dipakai ketika menyerang.

Beberapa probabilitas yang muncul dari permainan ini :

1. Oleh sebab tiap anak bebas bergerak atas kemauannya sendiri, ia boleh mengabaikan strategi tim. Pengabaian tersebut bisa membawa kemenangan atau justru awal dari kekalahan timnya.

2. Anak-anak yang pasif akan terdorong secara otomatis untuk mempertahankan diri dan mencari jalan keluar baik bagi dirinya sendiri maupun bagi timnya secara umum.

3. Posisi Diplomat secara khusus melatih anak mengembangkan daya pikir kritis dan analisis rasional, sementara posisi Pedagang menguji ketahanan prinsip hingga kesetiaan pengembannya.

4. Tiap anak dapat terlibat dalam perumusan strategi menyerang maupun bertahan melalui proses diskusi serta komunikasi berkelanjutan, bahkan saat permainan berlangsung. Semakin banyak skenario strategi disiapkan, semakin baik kerjasama tim menghadapi kondisi aktual di area permainan.

Berangkat dari analisis di atas, DASA sejatinya mendorong terciptanya iklim bermain yang mengedepankan kerjasama tim, kepercayaan diri, kreativitas, daya pikir kritis, empati/oportunis, loyalitas, hingga pentingnya berkomunikasi secara rutin.

Akhir kata, silakan mampir ke laman proyek SKR ini di http://www.changemakers.com/project/dasa lalu mainkan bersama teman-teman kamu. :)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>