Prinsip Ani

Saat mulai menulis artikel ini, saya merasa sedang menjabarkan Hukum Kekekalan Energi pada anak-anak SMP ataupun mempresentasikan opini pribadi seputar mengapa Interstellar (Christopher Nolan, 2014) adalah contoh karya audio-visual abad 21 yang mampu mengejawantahkan Hukum Ketiga Newton dengan sangat apik. Pada kenyataannya, tujuan penulisan artikel ini tak jauh dari situ.

Prinsip Ani (Annisa Principle) adalah sebuah metode penanganan bertahap dalam Skema Beasiswa SKR yang harus dilalui satu/beberapa Adik Kita yang telah menyatakan keinginannya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi pasca SMA/SMK. Pada fase ini, ia/mereka akan menjalani serangkaian tahapan, yakni :

1. Proses verifikasi (kemampuan akademik/musik/linguistik/naturalis/kinestetik, kemampuan ekonomi keluarga & preferensi orang tua, tingkat kemantapan pilihan, serta pertimbangan kesempatan berorganisasi/berkarya)

2. Proses pendampingan belajar secara intensif oleh kakak tertentu jelang hari H + kampanye pencarian sponsor/partner pendanaan beasiswa

3. Pembuatan kontrak/MoU antara sponsor/partner pendanaan, Kakak Pengelola, dengan orang tua Adik Kita terkait setelah sang adik resmi menyandang status baru sebagai mahasiswa/i

Prinsip ini saya beri nama mengikuti panggilan sehari-hari Annisa, murid pionir SKR yang menyatakan keinginannya melanjut ke perguruan tinggi. Ia juga adalah adik pertama yang menjalani seluruh fase metode di atas serta berpeluang besar menjadi contoh kisah sukses perdana dari antara siswa SKR selama 3 tahun terakhir.

Pada kasus Ani, penentuan potensi kemampuan dirinya berasal dari observasi rutin sepanjang setahun belakangan. Ketika ia menyatakan ingin kuliah, langkah selanjutnya adalah melobi orang tuanya. Setelah memperoleh restu orang tua, fase pendampingan belajar dimulai di bawah bimbingan Kak Lani sementara Dewan Pembina dan Kakak Pengelola berembuk mencari sponsor/partner pendanaan. Hasil negosiasi final dengan calon sponsor/partner pendanaan bakal tertuang dalam sebuah kontrak/MoU yang telah mengakomodasi kepentingan semua pihak yang terlibat. Kontrak/MoU ini akan ditandatangani begitu Ani dinyatakan lulus sebagai mahasiswi.

Dengan hadirnya Prinsip Ani, SKR tak perlu repot lagi menangani kasus sejenis di sisa 3 tahun mendatang. Metode ini dapat terus bereplikasi dan diterapkan ke adik-adik manapun sepanjang setiap tahapan fasenya benar-benar dijalankan. Perubahan minor hanya muncul pada bagian penggerak kampanye pencarian sponsor/partner pendanaan beasiswa (ke depan, penggerak utama adalah Divisi Promosi + Divisi Penggalang Dana)

Versi taktis Prinsip Ani bakal tersedia dalam rumusan akhir Skema Beasiswa SKR yang akan dipresentasikan di Kemah Kita 2015.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>