Pengalaman Mengikuti Kegiatan International Youth Day 2017

oleh Kanya Pinandita, Kakak Pengajar Tetap Kelas Umum

Sebagai pengajar relawan kelas umum di Sekolah Kita Rumpin (SKR), saya sangat bersyukur telah terpilih menjadi salah satu dari 36 peserta untuk mewakili SKR dalam perayaan International Youth Day yang jatuh pada tanggal 12 Agustus 2017. Dalam rangka menyambut perayaan tersebut, pada tanggal 11 Agustus, Youth Force Indonesia bekerjasama dengan Aliansi Remaja Indonesia dan juga United Nations Indonesia mengadakan diskusi terbuka untuk menyumbangkan ide-ide kreatif anak muda yang terkait dengan isu-isu seperti kemiskinan, perubahan iklim, pariwisata, kesehatan reproduksi seksual, intoleransi, dan  pendidikan.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, panitia membagi kami ke dalam enam kelompok. Setiap kelompok mewakili isu yang menjadi fokus dari organisasi. Saya bergabung dalam kelompok pendidikan. Sebagai hasil dari diskusi yang kami lakukan selama seharian penuh, kami merancang sebuah rencana aksi (action plan) yang langsung kami presentasikan di depan Staff Kepresidenan Republik Indonesia.

Pada hari kedua kami menghadiri diskusi terbuka dengan topik “Youth Building Peace” yang dilaksanakan di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa narasumber seperti Ibu Ruby Khalifah (Asian Muslim Nerwork Indonesia), Karina Nadila (Miss Supranational Indonesia 2017), Dr. Margaretha S (Youth and ASRH UNFPA Indonesia), dan Ms. Miyeon Park (UN Volunteer Indonesia). Pada diskusi tersebut saya berkesempatan untuk mewakili kelompok saya dari tim pendidikan untuk menyampaikan rencana aksi kami kepada seluruh peserta diskusi yang hadir. Kami menyampaikan bagaimana pentingnya pendidikan yang inklusif dan berbasis lokal untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik. Selain itu, dalam diskusi tersebut juga dibahas mengenai  program Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut dirancang agar  Indonesia dan negara berkembang lainnya bekerjasama untuk menciptakan negara yang bebas kemiskinan, aman, dan damai.

Di usia saya yang masih muda banyak hal yang perlu saya catat dan pelajari. Menghadiri kegiatan tersebut adalah salah satu kesempatan belajar yang baik untuk saya. Terima kasih tak terhingga untuk kakak-kakak dari Sekolah Kita Rumpin yang sudah mempercayai saya untuk menghadiri acara ini. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan belajar yang sama seperti saya, dan walaupun status saya disini adalah sebagai seorang pengajar, saya justru merasa bahwa saya yang mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga setiap minggunya.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>