Deskripsi ini bermula dari awal tahun 2014 oleh Kakak Kita Angkatan I-III

Untuk melihat deskripsi pelajaran sejak Oktober 2012 – awal Maret 2013, silakan unduh Laporan Tahunan SKR 2012-2013 di sini

Bagi deskripsi pelajaran selama rentang 17 Maret 2013 – 15 Desember 2013, silakan unduh kompilasinya di sini

 

Tema besar : TEKNOLOGI KITA

2 Maret 2014

Kelas Umum

Tiara Ayuwardani (5-6 SD)

Aku membagikan 4 tablet ke adik-adik yang sudah membentuk kelompok, kemudian mengajari cara membuka browser dan mencari informasi melalui search engine. Selain itu kami mencoba aplikasi Google Earth dimana adik-adik berkesempatan melihat Eiffel, Ka’bah, Singapura, dan Kp. Cibitung.

Irfany Phalita (SMP ke atas)

Minggu ini kita belajar internet, ngobrol aja sih sama mereka internet itu gimana dan mereka biasanya buka apa. Terus kami masuk ke analisis SWOT soal kelebihan dan kekurangan internet. Di samping itu saya mengenalkan blog dan Skype. Di akhir kelas adik-adik dapat PR bikin tulisan untuk blog/website dan bikin pertanyaan buat skype-an sama temen kak Jojo dua minggu lagi :)

Harismaning Aulia (PAUD, 1-2 SD)

Aku mengenalkan adik-adik kata teknologi, lalu kita berdiskusi tentang apa itu teknologi. Adik-adik menyebutkan teknologi apa saja yang mereka ketahui yang ada di rumah mereka. Setelah itu kita membaca cerita mengenai kehidupan manusia zaman purba sambil membandingkan dengan kehidupan sekarang. Terakhir, adik-adik menuangkan imajinasi pribadi mereka mengenai kehidupan zaman dulu dalam bentuk gambar.

Hanna Masturina (3-4 SD)

Minggu ini materi ajarku berjudul “Berputar dengan Teknologi”. Kelas diawali dengan berdoa bersama yang dipimpin oleh perwakilan adik-adik, berlanjut pada pengenalan teknologi. Aku meminta setiap adik mengutarakan apa yang ada di pikirannya ketika mendengar kata ‘teknologi’. Hanya sedikit adik yang mau berbicara, maka aku beralih memakai metode gunting putar, hehe, jadi setiap kali gunting diputar di lantai dan sisi gunting yang runcing mengarah ke salah satu adik, adik tersebut harus bicara. Jawaban mereka beragam, diantaranya :

Nurjana menjawab teknologi itu Hp, bisa ada musiknya

Nanda menjawab, “keren kak, bisa untuk telpon dan sms”

Apip menjawab, “radio, kak, dipake dangdutan. Terus yang muter itu ka bisa dipake untuk jadi listrik.” Kemudian kujawab, “oh itu kincir angin”.

Selanjutnya aku buka cerita tentang perbedaan teknologi dulu dan sekarang. Mengapa teknologi mengalami perkembangan dan beberapa contoh penemuan teknologi seperti telepon dan internet. Adik-adik lalu kuminta mengarang bebas tentang “Kehidupan Kita dan Teknologi”.  Di akhir kelas adik-adik berkumpul membentuk satu kelompok menuliskan aspek baik dan buruk dari teknologi serta dampak positif dan negatif dari televisi dan HP.

Di bagian dampak positif dan negatif dari TV dan HP adik-adik terlihat bingung, maka kuminta adik-adik memejam sambil berkata, “bayangin pas lagi nonton TV dan main HP yang enak sama ga enak apa hayo!” Mereka kemudian menuliskan apa saja yang mereka temukan saat memejam.

Beberapa jawaban adik-adik untuk dampak positif dari TV dan HP antara lain adalah bisa melihat berita, bisa menelepon teman, di film SCTV bicaranya sopan, dan ngajarin sholat. Sedangkan jawaban adik-adik untuk dampak negatif dari TV dan HP di antaranya adalah bisa membuat buta kalau menonton TV terlalu dekat. Selain itu cuek kepada teman, ibu, dan orang lain. Di TV sering ada anak yang memperlakukan ibunya kayak pembantu, suka ada yang pacaran, suka ada yang bercinta dan mengganggu pelajaran sekolah. Sekian cerita singkat dan agak hwenghweng dari kelasku hari ini :D

9 Maret 2014

Kelas Spesialis Teater

Ignas Praditya

Menyampaikan beberapa dasar teater lewat permainan-permainan. Kami memulai pemanasan dengan permainan tebak gestur dilanjutkan dengan latihan fokus.

Berhubung pentas perdana yang akan kami laksanakan terlampau dekat (27 April) serta menimbang bahwa adik-adik masih sangat sulit untuk fokus dan berani tampil, saya menitikberatkan latihan kali ini pada latihan fokus.

Pertemuan kali ini juga bertujuan sebagai seleksi awal atas sedikit pemain yang akan tampil pada pentas perdana.

Marsha Elfiandri Miloen

Kami bermain eatbulaga memakai teknik tebak gerakan. Tema yang diangkat seputar benda dan hewan. Permainan ini saya bimbing sebelum adik-adik lanjut belajar konsentrasi dipimpin kak Ignas. Semua murid berpasangan dimana salah satu murid berusaha mengaburkan konsentrasi pasangannya. Di akhir, pasangan tersebut harus membuat dialog minimal 1 halaman.

Kelas Spesialis Prakarya

Kitty Manu

Kami membuat papan dan amplop apresiasi. Saya memperlihatkan sketsa papan apresiasi yang sudah saya buat sebelum membagi adik-adik yang hadir dalam 4 kelompok.

Kelompok 1 : menggunting daun dan burung mengikuti contoh yang tersedia.
Kelompok 2 : menggunting 30 buah kantong merah untuk papan apresiasi mengikuti contoh yang tersedia
Kelompok 3 : menggunting 30 buah kantong kuning untuk papan apresiasi mengikuti contoh yang tersedia
Kelompok 4 : membuat amplop dengan kertas lipat

Setelah kelompok 1-3 selesai, mereka membantu kelompok 4 menyelesaikan amplop dan menghias bersama. Beberapa anak membantu saya menempel kain-kain yang sudah terpotong ke papan.

Kelas Spesialis Berani Bicara

Dian Anisa Rahmayani

Tema minggu ini adalah profesi. Adik adik diminta menceritakan cita cita mereka, kenapa ingin menjadi cita-cita itu, serta bagaimana meraih cita cita itu.

Putri Rizka Lestari

Minggu ini tema kelas saya adalah “Cita-Cita”. Jadi, adik-adik diajak bercerita hendak menjadi apa setelah dewasa kelak, mengapa mereka ingin menjadi profesi yang mereka sebutkan, dan apa yang telah mereka lakukan untuk mengejar cita-cita mereka.

Saya juga memberikan bimbingan bagaimana usaha meraih impian masing-masing, termasuk program studi sewaktu kuliah dan mata pelajaran yang harus dikuasai di sekolah. Ini saya maksudkan agar mereka tahu gambaran spesifik apa yang harus mereka siapkan guna mengejar mimpinya.

Kakak-kakak pengajar tak lupa berbagi tentang cita-cita pribadi serta apakah kami sudah berada pada jalur yang tepat demi meraih cita-cita kami, plus alasan kami ingin memiliki profesi yang kami sebutkan.

16 Maret 2014

Kelas Umum

Harismaning Aulia (2 SD)

Saya mengenalkan penemu-penemu dan benda temuannya kepada adik-adik. Lalu kami menggambar dan mewarnai. Kami juga berlatih perkalian dasar.

Nabila Putri Febriani (PAUD + 1 SD)

Materi yang diajarkan adalah mewarnai gambar bertema teknologi. Di sela-sela mewarnai, adik-adik belajar menulis nama benda yang ada di gambar tersebut serta menulis nama mereka sendiri setelah gambar selesai mereka warnai.

Widya Kania Rahayu (3-4 SD)

Belajar tentang pembangkit listrik tenaga air PLTU, bagaimana sistem kerjanya, komponen penting apa saja yg terdapat pada PLTU, serta fungsi generator dalam sebuah pembangkit.

Sirtufil Laila (5-6 SD)

Membuat energi listrik dari umbi kentang menggunakan bahan kentang, paku, kawat tembaga, kabel, dan lampu LED. Oh ya, di awal kelas kami membagi adik-adik ke dalam tim cowok dan tim cewek untuk main “tongkat jadi apa” : permainan imajinasi dimana mereka harus membayangkan sebuah tongkat sebagai benda (gergaji, cangkur, pel, kuda lumping, dll)

Defi Satriyani (SMP ke atas)

Materi yang saya ajarkan adalah teknologi imajinasi. Adik-adik diberi kesempatan menggambarkan teknologi yang ingin mereka ciptakan di masa depan. Kemudian teman-temannya menganalisa gambar tersebut dengan SWOT sebelum mempresentasikan hasilnya.

23 Maret 2014

Kelas Spesialis Prakarya

Puspa Anggreini

Walaupun punya tema besar Teknologi Kita, kami sedang punya proyek buat dekorasi ulang tahun SKR. Kita sama-sama menghias bingkai besar dan belajar membuat burung dari kertas origami!

Kitty Manu

Dalam rangka persiapan ulang tahun SKR, kegiatan minggu ini membuat sebuah bingkai besar pajangan di acara perayaan nanti.
Saya sediakan sebuah papan triplek besar lalu saya ajarkan beberapa ornamen untuk dekorasinya. Saya minta adik-adik menghias papan itu menjadi sebuah bingkai dengan ornamen-ornamen yang mereka buat.

Kelas Spesialis Teater

Ignas Praditya

Agung membuka dengan pemanasan dan permainan.

Materi yang kuberikan mengenai :
1. Pendalaman karakter seorang aktor lewat analogi meniru cara temannya menulis.
2. Penguasaan cara bergerak/berjalan lewat latihan tempo berjalan, gerak lambat, dan mematung. Bertujuan pula melatih konsentrasi dan fokus.
3. Inspirasi dialog dalam bercerita. Saya bebaskan adik2 menulis dialog dalam kelompok 3 orang yang kemudian saya bacakan. Ini berguna memberi rasa percaya diri bahwa setiap cerita, sesederhana apapun, bila dibawakan dengan baik akan menarik.

Agung Sulthonaulia Utama

Kak Ignas mempersilakan saya membuka kelas teater terlebih dahulu sebelum beliau menyampaikan materi. Saya membuka kelas dengan 2 permainan: Mirror (Cermin) dan Pantomim.

Permainan Cermin saya terapkan di kelas teater karena dapat melatih fokus adik-adik selama bermain sandiwara dan juga belajar merasakan apa yang dirasakan orang lain tanpa harus menggunakan kata-kata. Dalam permainan ini, adik-adik bermain dengan cara menirukan gerak dan gestur tubuh pemain yang menjadi pasangan mereka.

Setelah bermain Cermin, kita melanjutkan kegiatan dengan permainan Pantomim. Kelas dibagi menjadi 2 tim. Setiap tim harus mengirim satu perwakilan (bergiliran) kemudian tim lain harus menebak kata (pekerjaan/olahraga/binatang/karakter superhero) yang diperagakan oleh temannya di depan. Permainan Pantomim dapat membantu kemahiran berteater adik-adik karena ia bertujuan melatih kefasihan berkomunikasi dan berempati tanpa harus melalui kata-kata. Selain itu, ia juga melatih kerjasama adik-adik karena mereka bermain dalam sebuah tim.

Kelas Spesialis Berani Bicara

Justitia Avila Veda

Tema yang saat itu diajarkan adalah “Kegiatan Sehari-Hari”. Kegiatan belajar mengajar dimulai dengan mengajak adik-adik bercerita apa yang dilakukannya mulai dari bangun pagi hingga tidur lagi, kemudian menanyakan kegiatan apa yang paling mereka sukai dalam hari itu. Kegiatan juga diisi dengan ice breaking memanfaatkan cerita adik-adik tentang kegiatan yang hari itu dilakukannya, misal: permainan menyampaikan rangkaian kalimat dari satu anak ke anak lain. Setelah itu, adik-adik diminta mendeskripsikan kata-kata yang terdapat dalam rangkaian kalimat, misal: pergi ke pasar beli acar besar. Adik-adik mendeskripsikan pasar dan acar.

30 Maret 2014

Kelas Umum

Gigay Citta (PAUD + 1 SD)

Aku ngajar adik-adik PAUD dan kelas 1 SD yang makin “eksklusif”. Yang datang tanggal 30 ada 4 orang : Opik, Abdul, Nisa, Pahri. Aku kasih materi tentang teknologi komunikasi. Cara penyampaiannya dengan permainan Hang Man. Dari situ aku jadi punya gambaran kemampuan menulis dan mengeja Opik, Abdul, Nisa (Pahri belum sekolah) sudah cukup baik, sebatas salah eja pas nyebut huruf H (mereka menyebutnya ‘eh) dan K (mereka menyebutnya ‘ek’). Materi yang kuajarkan seputar perbedaan telepon dan telepon genggam (sekaligus kasih penjelasan bahwa handphone bukan Bahasa Indonesia karena mereka pikir begitu) serta memberi tahu perihal internet dan pirantinya secara sederhana.

Harismaning Aulia (2 SD)

Adik-adik belajar manfaat beberapa jenis teknologi seperti alat tranportasi dan alat komunikasi. Tiap anak menggambar satu benda, misal mobil balap, di sebuah kertas karton lalu mereka menggolongkan gambarnya ke alat transportasi atau komunikasi sebelum menulis manfaat benda tersebut.

Hanna Masturina (3-4 SD)

Materi ajarku hari ini berjudul Ular Naga Panjang. Adik-adik kuajak belejar teknologi melalui permainan Ular Naga. Bagi setiap adik yang terkena perangkap ular naga, ia harus mengambil kartu secara acak yang berisi kata/kalimat yang berhubungan dengan teknologi. Terdapat 5 kartu dengan sub-topik teknologi yang berbeda-beda : Komputer, Televisi, Internet, Pembangkit Listrik Tenaga Air, Manfaat Teknologi dan Mengapa Teknologi Bisa Membuat Kerusakan Lingkungan.

Secara umum, kelas hari ini merupakan pengulangan materi yang telah kusampaikan pada pertemuan 2 minggu lalu, namun dengan sedikit tambahan mengenai sejarah masing-masing teknologi. Kelas ditutup dengan membagi dua kelompok dan membuat surat yang ditujukan untukku (ceritanya) yang sedang belajar di Australia. Secara garis besar isi surat tersebut menunjukkan rasa ingin tahu adik-adik mengenai apa saja yang membedakan kehidupan di Indonesia dan Australia

Laressa Amaly (5-6 SD)

Pada dasarnya, kehidupan sehari-hari tak lepas dari teknologi. Beberapa hal di sekitar kita pun sebenarnya dapat dikatakan sebagai teknologi seperti cara mengobati gigitan serangga. Pada pertemuan minggu ini, saya dan Kak Sheila membagi 3 materi kepada adik-adik : teknologi dan penemunya, survival guide, serta Lava Lamp.

Kelas dimulai dengan permainan pemanasan dan cerita tentang survival guide untuk situasi umum, misal : kesasar di jalan, petunjuk arah menggunakan matahari, cara mengobati kebas pada betis saat tidur. Setelah itu kami menguraikan teknologi yang sudah sering digunakan adik-adik sembari membahas cara kerjanya, ditutup dengan penjelasan mengenai profil penemunya. Terakhir, kami mengajak adik-adik membuat Lava Lamp –> teknologi sederhana menggunakan prinsip perbedaan massa jenis dan reaksi kimia dari berbagai zat. Bahan yang dipakai : minyak goreng, air, pewarna makanan, senter LED, serta alkali (Redoxon).

Defi Satriyani (SMP ke atas)

Materi yang diajarkan minggu ini adalah demonstrasi mengenai kamera lubang jarum pada adik-adik. Kamera lubang jarum akan menjadi PAT mereka.

6 April 2014

Kelas Spesialis Teater

Ignas Praditya

Reading naskah “Bu Rini Uring-uringan”. Naskah dibuat berdasarkan materi ajaran selama ini yaitu fokus dan gangguan. Memberi sedikit materi blocking.

Marsha Elfiandri Miloen

Adik-adik diajarkan artikulasi, intonasi, dan latihan vokal dengan mengucapkan a-i-u-e-o dengan lantang serta latihan segala ekspresi. Kemudian kami berlatih drama memakai naskah yang dibuat oleh Kak Ignas berjjudul “Bu Rini Uring-Uringan”, tentang kebingungan anak dan para tetangga melihat Bu Rini uring-uringan mondar-mandir di teras rumah. Ternyata Bu Rini uring-uringan karena ingin bersin. Lakon ini dimainkan sebanyak 3 kali dengan adik yang berbeda-beda untuk mengaudisi siapa yang akan mementaskannya. Akhirnya terpilihlah 5 orang adik yang akan beraksi.

Latihan ini dipimpin langsung oleh Kak Ignas, sementara adik-adik yang tidak terpilih bermain truth or dare bareng aku dan Kak Agung untuk mengasah keberanian.

Agung Sulthonaulia Utama

Hari ini fokus utama kita adalah memilih karakter yang akan bermain di pentas. Adik-adik dipersilahkan mencoba membaca skrip terlebih dahulu sebelum akhirnya dipilih 6 orang yang dirasa paling siap memainkan peran-peran yang ada dalam skrip tersebut.

Kelas Spesialis Prakarya

Kitty Manu

Masih dalam rangka persiapan ultah ke-2 SKR, pertemuan kali ini membuat ornamen2 untuk dekorasi photobooth dan Taman Baca. Semua anak mengerjakan hal yang sama : membuat pompom kertas, garland rantai, dan garland bendera.

Puspa Anggreini

Kelas kali ini bertujuan mempersiapkan hiasan acara perayaan ultah ke-2 SKR . Kelas dimulai dengan pembuatan pom-pom dan kertas tisu lalu dilanjutkan membuat ornamen bendera, rantai kertas, serta menggunting hiasan mosaik. Metode pengajaran lebih ke arah memberi contoh dan adik-adik mengikuti instruksi yang kita berikan.

Kelas Spesialis Berani Bicara

Dian Anisa Rahmayani

Kita belajar mendeskripsikan masing masing buah lalu bermain pesan berantai.

Justitia Avila Veda

Tidak sempat mengajar hingga selesai, hanya sekitar 40 menit dengan kelompok besar bersama Dian lalu masuk ke kelompok yang lebih kecil dengan Kak Putri. Aku pergi ke apotek membeli antibiotik dan perban untuk Sari, salah satu murid yang tangannya luka cukup dalam akibat kena bacok saat sedang membantu kakeknya. Kelompok Kak Dian belajar berani bicara seperti biasa, membahas tentang cita-cita dan hobi, sedangkan kelompok Kak Putri mempersiapkan pidato untuk peringatan ulang tahun ke-2 SKR. Dalam kelompok Kak Dian berlangsung permainan sambung kata dan tebak-tebakan. Dalam kelompok Kak Putri dilakukan pengecekan dan latihan formal pidato bagi adik-adik yang akan tampil.

20-27 April 2014 : Proyek Akhir Tema seluruh kelas umum dan kelas spesialis

 

Tema besar : SEJARAH KITA

4, 11, 18 Mei 2014 : Workshop Menulis Kreatif oleh Kika Dhersy Putri

25 Mei 2014

Kelas Spesialis Teater

Marsha Elfriandi Miloen

Saya bermain “Pada-Suatu-Hari”. Kami duduk membentuk lingkaran lalu membuat suatu cerita. Setiap orang harus melontarkan satu kata yang akan menjadi aspek penyusun cerita. Jika satu orang itu berpikir lebih dari 3 detik, maka ia mendapat hukuman yakni memperagakan tokoh idolanya. Misalkan satu orang mengidolakan Raisa maka ia harus memperagakan gerak-gerik, ciri khas, bahkan bernyanyi seperti Raisa. Di pengujung kelas, saya mengadakan sharing selama 10 menit dimana adik-adik bebas bertanya apapun mengenai teater.

1 Juni 2014

Kelas Umum

Gigay Citta Acikgenc (PAUD + 1 SD)

Di kelasku cuma ada satu anak : Opik. Alhasil aku menyesuaikan dia mau belajar apa. Karena nggak ada temannya dan kelas lain bermain-main dengan materi yang mengusung kreativitas, aku lalu membuatkan Opik 29 alfabet yang dipotong kecil-kecil dari selembar kertas HVS dan minta Opik menyusun secara berurutan. Setelah itu aku meminta dia melanjutkan huruf-huruf tersebut dengan menggambarnya membentuk sebuah objek. Awalnya dia kesulitan, lalu aku beri contoh di beberapa huruf sampai dia punya ide sendiri seperti menggambar “burung yang membawa kayu” pada huruf K dan kupu-kupu pada huruf B. Selebihnya aku pancing dia dengan mendeskripsikan sesuatu supaya dia bisa membayangkannya secara visual atau aku contohkan cara menggambar rumah dari huruf A lalu dia ikuti. Rencananya huruf-huruf tadi akan kurekatkan kembali di kertas kosong supaya jadi hasil kreasi atas nama Opik.

Harismaning Aulia (2 SD)

Mengenalkan beberapa nama pahlawan perjuangan kemerdekaan pada adik-adik. Pertama-tama mereka menyusun gambar yang akan membentuk wajah para pahlawan dalam kelompok (3 orang) lalu kakak pengajar bercerita singkat mengenai pahlawan itu. Setelah itu mereka membuat tulisan singkat bagaimana bila mereka menjadi pahlawan. Kakak pengajar memberi panduan bagaimana cara menulisnya. Adik-adik mulai dengan menulis cita-citanya kemudian menyampaikan apa yang mereka bisa perbuat untuk Indonesia bermodalkan cita-cita tersebut hingga mereka layak disebut pahlawan.

Giasinta Livia (3-4 SD)

Minggu ini aku menyiapkan kartu kuartet bertemakan peninggalan sejarah di Indonesia. Ada 10 kategori yang kubuat yaitu benteng, museum, patung, tugu/monumen, prasasti, gedung, istana/keraton, tempat ibadah, candi Hindu, dan candi Buddha. Setiap kategori terdiri dari 4 kartu dengan gambar berbeda seperti kuartet pada umumnya. Setelah bermain kartu, aku dan Kak Hanna menanyakan adik-adik apa yang ingin mereka ketahui dari gambar-gambar peninggalan sejarah di kartu-kartu tersebut. Kami lalu menjelaskan berbagai hal atas pertanyaan adik-adik serta menambahkan beberapa hal dasar yang kami anggap penting guna menggelitik keingintahuan adik-adik. Misalkan mengapa zaman dulu ada benteng, apa fungsi candi, dan lain-lain. Di akhir pelajaran, kami menonton video penggambaran sejarah Indonesia berdurasi 7 menit yang kuunduh dari youtube.

Laressa Amaly (5-6 SD)

Di kelas kemarin, aku bahas sejarah SKR berlanjut dengan nostalgia masa-masa adik-adik masuk SD. Adik-adik pertama-tama bertugas mewawancara Kak Jona dan Kak Ana kemudian menjawab pertanyaan secara berkelompok mengenai bagaimana proses mereka daftar sekolah dulu.

Josefhine Chitra (SMP ke atas)

Materi ajar :
- Berdiskusi tentang alasan pentingnya belajar sejarah.
- Berdiskusi tentang PAT (sejarah Rumpin) yang berformat wawancara. Kita merumuskan bersama poin-poin pertanyaan untuk wawancara beberapa tetua di Rumpin.
- Mengenali perbedaan implementasi HAM antara masa Orde Baru dan pasca reformasi (menceritakan apa itu hak dan kewajiban; kenapa ketika hak asasi dikekang dapat berujung pada pemberontakan).

8 Juni 2014

Kelas Spesialis Teater

Agung Sulthonaulia Utama

Minggu ini mengajarkan dramatisasi puisi. Berbagi mengenai proses berpuisi dan nanti memperagakan isi puisi tersebut dalam sebuah sandiwara. Tugas adik-adik kali ini adalah mencoba mengkreasi puisi mereka masing-masing.

Kelas Spesialis Prakarya

Puspa Anggreini

Materi ajar minggu ini adalah menggambar dengan tema alam, cita-cita, sekolah kita, dan hobi. Setiap anak diwajibkan memilih salah satu tema dan menggambar sesuai dengan tema tersebut. Gambar-gambar ini akan dipergunakan untuk materi produksi notebook oleh Kak Ana.

Kelas Spesialis Berani Bicara

Justitia Avila Veda

Kita belajar bikin nutrisari, setelah itu bermain, kemudian membaca buku dan memparafrasekannya.

15 Juni 2014

Kelas Umum

Harismaning Aulia (2 SD)

Minggu ini saya dan adek-adek kelas dua belajar tentang sejarah lewat permainan ular tangga

Giasinta Livia (3-4 SD)

Aku mengajarkan sejarah permainan tradisional Indonesia dengan mengajak adik-adik bermain langsung. Awalnya aku dan Kak Hanna berencana bermain Petak Jongkok dan Lu Lu Cina Buta, namun karena hujan akhirnya aku mengajak adik-adik bermain Lu Lu Cina Buta dan Ular Naga. Permainan Lu Lu Cina Buta melibatkan satu orang dengan mata tertutup bertugas menebak siapa nama temannya lewat meraba-raba wajah dan badannya, sementara permainan Ular Naga diawali dua orang yang menjadi induk kemudian sisanya menjadi anak dari kedua induk. Masing-masing induk harus menangkap anak lawannya. Setelah bermain, aku bercerita mengenai sejarah permainan tersebut : asalnya, jumlah pemain, makna permainan itu, dll. Aku lalu bertanya bagaimana perasaan adik-adik saat bermain dan meminta mereka menuliskannya di buku. Berhubung waktu masih banyak padahal materi sudah habis, aku mencoba bertanya guna menggali pengetahuan sejarah adik-adik sekaligus menguji seberapa kritis mereka.

Contoh : Apa beda permainan tradisional dan modern serta kelebihan dan kekurangannya? Pahlawan itu sosok yang seperti apa, bagaimana cirinya, selalu pegang senjata kah? Siapa saja presiden Indonesia?

Karena kebetulan ada yang membawa buku tulis yang bagian belakangnya terdapat lambang Garuda dan peta buta, aku meminta mereka menunjuk gambar simbol sila dan nama pulau di sana. Misalnya : sila 1 lambangnya apa? Pulau Jawa di sebelah mana? Rumpin sendiri terletak di mana?

Tiara Ayuwardani (5-6 SD)

Hari ini kami belajar sejarah Republik Indonesia dari sisi para presiden yang pernah memimpin. Awalnya kami menonton video yang menampilkan kaleidoskop perkembangan Indonesia sejak kerajaan Sriwijaya, video pidato kemerdekaan, kemudian membaca mengenai profil presiden-presiden di Indonesia. Di akhir kelas, adik-adik membuat poster kampanye seandainya dirinya menjadi calon presiden.

22 Juni 2014 : TUR KITA II (Istana Negara – Istana Merdeka – Museum Nasional)

29 Juni 2014 : Proyek Akhir Tema

 

Tema besar : AGAMA KITA

6 Juli 2014

Novi Yulianti (2 SD)

Kami mengenalkan adik-adik kelas 2 kepada berbagai agama di Indonesia. Kami juga menjelaskan bahwa setiap agama itu memiliki rumah ibadah, tokoh, hari besar, serta kitab suci masing-masing. Supaya lebih menarik, kami bersama adik-adik membuat boneka dari botol bekas yang mewakili tokoh dari tiap agama (nantinya akan dipergunakan ketika PAT).

Tiara Ayuwardani (5-6 SD)

Kami bermain lempar tangkap bola dimana adik yang memegang bola menyebutkan satu hal yang membuatnya bahagia, lalu bola dilempar dan yang menangkap harus menyebutkan cara yang dapat dilakukan guna memenuhi kebahagiaan tersebut. Selanjutnya ada role play dimana adik-adik dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil lalu mereka memilih kertas skenario yang berisi penggambaran situasi yang menguji toleransi beragama. Adik-adik memperagakan sikap yang mereka ambil ketika berhadapan dengan situasi tersebut.

Defi Satriyani (SMP ke atas)

Minggu ini saya mengajak adik-adik aktif berbicara lewat metode diskusi. Saya memberi tahu adik-adik bahwa terdapat 6 agama yang diakui di Indonesia, kemudian kami bersama-sama membandingkan ajaran-ajaran yang terangkum pada 6 agama tersebut. Terakhir, adik-adik saya gugah guna menarik kesimpulan bahwa walaupun berbeda, 6 agama itu tetap mengajarkan manusia untuk selalu berbuat kebaikan.

13 Juli 2014

Kelas Spesialis Prakarya

Puspa Anggreini

Aku dan Kak Kitty mengajak adik-adik belajar teknik melukis dengan kuas guna membiasakan mereka melukis lentur di tote bag yang rencananya akan dipermak dalam 2 kelas prakarya selanjutnya. Kami mengajari adik-adik menggoreskan garis lurus secara horizontal dan vertikal, membuat lingkaran, segitiga, gelombang dan beragam bentuk lainnya, hingga menggambar dan mewarnai pola sederhana.

Kitty Manu

Hari ini belajar menggunakan kuas dan cat untuk latihan dasar membuat tote bag. Adik-adik diajarkan bentuk-bentuk geometrik sederhana mulai dari garis, kotak, segitiga, dst. Kegiatan pamungkasnya adalah mengkreasi bentuk buah nanas.

Kelas Spesialis Berani Bicara

Dian Anisa Rahmayani

Aku bersama Veda mengajarkan tempat ibadah dari 5 agama di Indonesia. Kami meminta adik adik membacakannya di depan kelas secara baik dan benar. Pengajaran ini dilakukan dengan menggunakan gambar tempat ibadah serta deskripsi singkat mengenai tempat ibadah tersebut. Setelah selesai belajar, kami main pesan berantai. Di sini kami ingin melatih kemampuan adik-adik dalam mendengar dan menyampaikan pesan dengan baik.

Justitia Avila Veda

Kita belajar tentang agama, yaitu tentang tempat-tempat ibadah umat Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katolik, dan Konghuchu di seluruh dunia. Aku dan Dian membawa printout foto-foto bangunan itu disertai penjelasannya. Kami minta adik-adik bercerita dulu tentang gambar yang mereka ketahui lalu kami minta mereka membacakan penjelasannya diikuti dengan parafrase atas penjelasan itu. Sisanya bermain!

20 Juli – 3 Agustus 2014 : Libur Lebaran

10 Agustus 2014

Kelas Spesialis Teater

Ignas Praditya

Kelas kali ini dihadiri 9 adik-adik, di bawah pohon rindang di depan rumah Bu Neneng berhubung rumah Abah sedang direnovasi dan mayoritas barangnya diungsikan ke mushola dan Taman Baca. Pelajaran kali ini seharusnya meneruskan mengenai materi dramatisasi puisi, namun saya memutuskan untuk mundur sedikit yaitu soal mengekspresikan kata/kalimat. Kali ini saya melatih hal tersebut dengan meminta mereka membaca cerita pendek yang diambil dari koleksi perpustakaan dengan catatan harus ekspresif. Untuk memicu ekspresi mereka, saya memulai dengan permainan menyanyikan lagu Balonku secara kata berantai disertai gerakan ekspresif. Saya rasa cukup membuat mereka mulai rileks. Kemudian saya minta adik-adik berlatih.
Ketika tiba saatnya membaca cerpen, sebagian besar dari mereka masih belum mampu berkomunikasi dengan penonton dengan mempertahankan kontak mata. Mata mereka sebagian besar masih terpaku dengan buku yang mereka baca, namun mereka sudah mulai ekspresif. Ada yang bercerita dengan gaya komedi sehingga menimbulkan kesan parodi, ada juga yang bercerita dengan gaya puitis sehingga cocok dengan cerita kenabian yang dia ceritakan.
Memang ada yang kemampuan membacanya masih lambat, misalnya Adi yang sepertinya memang tidak terbiasa membaca. Kebetulan dia mendapat kesempatan membaca terakhir, di mana adik-adik dari kelas lain sudah mulai berpulangan. Namun saya meminta adik-adik untuk sabar dan tidak menertawakan setiap Adi salah baca atau keseleo lidah. Saya bilang bahwa kemampuan orang berbeda-beda, tapi kita sama-sama sedang belajar untuk jadi lebih baik dan itu harus diapresiasi.

Kelas Spesialis Prakarya

Giany Amorita

Minggu ini belajar mewarnai buah semangka di kertas. Adik-adik diberi contoh pola + empat cat warna; hitam, merah, hijau tua, dan hijau muda termasuk beberapa alat mewarnai seperti kuas serta air. Adik-adik belajar mengikuti bentuk pola semangka kemudian mewarnainya di kertas dahulu sebelum merias tote bag yang akan dilakukan pada jadwal kelas berikutnya. Berhubung masih banyak waktu padahal adik-adik sudah selesai menggambar dua semangka, akhirnya Kak Kitty menawarkan pola lain yaitu buah ceri.

Kelas Spesialis Berani Bicara

Justitia Avila Veda

Masih bertemakan agama, kini kita membahas keislaman serta meninjau ulang materi minggu terakhir kelas sebelum Lebaran.

24 Agustus 2014

Kelas Spesialis Prakarya

Kitty Manu

Lanjut menggambar buah yang sudah diajarkan kelas sebelumnya. Buat adik-adik yang sebelumnya sudah datang langsung menggambar di atas tote bag yang akan dijual LivingLoving. Ada 3 macam buah yang harus mereka latih sampai rapi dan mereka memilih 1 pola yang paling mereka kuasai.

Puspa Anggreini

Akhirnya kelas prakarya melukis di tote bag! Kelas dimulai dengan menggambar pola di kertas kemudian lanjut pindah ke kanvas tote bag. Aku bantu Kak Kitty mengawasi adik-adik yang sudah fasih mewarnai plus ngajarin ulang adik-adik yang baru datang.

Kelas Spesialis Teater

Agung Sulthonaulia Utama

Adik-adik saya ajarkan “formula” membuat puisi dari hal-hal dan atau aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan sehari-hari. Hal ini digunakan untuk melatih kemampuan adik-adik dalam bercerita serta mengutarakan emosi dan perasaan mereka. Metode yang saya gunakan adalah mengajarkan konsep metafora dan simbolisasi pada adik-adik.

Kelas Spesialis Berani Bicara

Justitia Avila Veda

Mempraktikkan cara menyucikan diri, simulasi berwudhu, filosofi gerakan sholat, hingga sejarah surat-surat Al Quran.

31 Agustus 2014 : Proyek Akhir Tema

 

Tema besar : BUDAYA KITA

7 September 2014

Hanna Masturina (3-4 SD)

Mengajarkan budaya melalui pemutaran beberapa video yang diunduh dari Youtube, yakni video mengenai prosesi pemakaman adat Toraja, Tari Lilin dan Piring, serta video kebudayaan adat Papua. Selain itu kami juga belajar beberapa gerakan tari Piring yang diajarkan oleh Karima (Alhamdulilove dapet partner yang multi talent hahhaha) dan belajar bersama mengenai pakaian adat Nusantara.

Tiara Ayuwardani (5-6 SD)

Hari ini kelas 5-6 digabung dengan SMP SMK karena murid hari ini sedikit. Awalnya menonton video tentang budaya Indonesia dari Kak Defi, lalu melihat poster-poster budaya di berbagai provinsi di Indonesia, kemudian penjelasan singkat mengenai perwayangan Sunda. Adik-adik membuat tokoh wayang sendiri lalu mementaskannya bersama-sama.

14 September 2014

Kelas Spesialis Teater

Ignas Praditya Putra

Hari ini saya banyak mengadakan permainan untuk melatih aksi-reaksi. Diawali dengan pemanasan meniru bebek berbaris, mengendap-endap, serta diam statis. Kemudian saya bawa mereka menjauh dari kedua kelas spesialis lain menuju ke rentetan bambu agar adem. Di sana, permainan aksi-reaksi dan melepas rasa malu mereka lakukan. Rasa malu itu muncul dalam bentuk gerakan yang tidak besar dan suara yang tidak lantang. Dengan pancingan-pancingan, mereka mulai mampu mengeksternalisasikan imajinasi mereka.

Kelas Spesialis Berani Bicara

Dian Anisa Rahmayani

Aku dan Veda mengajarkan cerita legenda Indonesia, yaitu Malin Kundang dan Keong Mas. Visualisasi dilakukan menggunakan laptop. Setelah selesai menyampaikan cerita (menyelipkan nilai-nilai moral seperti jangan melawan orang tua dan rajin belajar), adik adik diminta menceritakan kembali ceritanya. Setelah itu mereka diminta membaca buku yang ada di Taman Baca kemudian menceritakan kembali tanpa melihat buku.

Kelas Spesialis Prakarya

Puspa Anggreini

Kita ngelanjutin kelas melukis tote bag dan aku kebagian megang anak-anak yang baru datang kali itu, jadi kita mulai belajar dari fase awal lagi sebelum benar-benar mulai melukis di tote bag.

21 September 2014

Gigay Citta Acikgenc (PAUD-2 SD)

Materi ajar hari ini adalah mengenal keragaman budaya (rumah adat, lagu daerah) di Indonesia.

Tiara Ayuwardani (5-6 SD)

Memainkan permainan-permainan tradisional Indonesia.