Evaluasi Proses Belajar Sekolah Kita Rumpin: Tema Budaya Kita (September-Oktober 2014)

Evaluasi Proses Belajar Sekolah Kita Rumpin

Tema                           : Budaya Kita

Periode                        : Oktober 2014

 Di tahun 2014, tema ketiga dari kegiatan belajar di kelas umum Sekolah Kita Rumpin adalah ‘Budaya Kita’. Di tema ini, setiap kakak pengajar memberikan materi mengenai budaya, baik itu budaya dari dalam negeri, maupun luar negeri. Beberapa pengajar sudah mulai menerapkan penyampaian materi melalui proses bermain sambil belajar, sesuai dengan pelatihan yang baru saja diberikan kepada kakak-kakak pengajar di bulan September 2014. Berikut ini adalah kegiatan belajar yang sudah dilakukan di kelas umum:

 

  • Pengenalan budaya Indonesia melalui permainan Ular Tangga, kuis Famili 100.
  • Pengenalan permainan tradisional Indonesia dengan memainkan permainannya (permainan jaga benteng).
  • Latihan menari tari tradisional Indonesia (tari Piring-Minang, tari Yospan-Papua) dan menyanyi lagu-lagu tradisional serta lagu nasional Indonesia.
  • Pengenalan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda dari berbagai negara melalui kegiatan bermain peran.
  • Pengenalan tari tradisional, pakaian adat, dan rumah adat di Indonesia melalui kegiatan kuis (dibantu dengan laptop).
  • Menyelipkan kegiatan bermain kartu Uno.

 

Selanjutnya, berikut ini adalah kegiatan belajar yang telah dilakukan di kelas spesialis (sifatnya lebih bebas, tidak terikat dengan tema besar) :

Kelas Prakarya

  • Membuat kartu ucapan dengan teknik scrapbook.

Kelas Teater

  • Membuat film pendek.

Kelas Berani Bicara

  • Belajar mendeskripsikan suatu topik.
  • Belajar mengenai cerita wayang

 

Berdasarkan kegiatan-kegiatan tersebut, terdapat hal-hal positif yang muncul pada adik-adik SKR. Jika ditinjau dari empat landasan nilai SKR, nilai-nilai yang paling terlihat dan terasa berkembang pada adik-adik (secara berurutan) adalah percaya diri, kreativitas, rasa ingin tahu, dan empati. Berikut ini adalah hal-hal positif yang muncul ditinjau dari nilai-nilai SKR:

1. Percaya Diri

  • Adik-adik berani untuk mempraktekkan hasil belajar (contoh: berani untuk menarikan tari Yospan di hadapan kakak-kakak pengajarnya).
  • Adik-adik berani untuk berbicara di hadapan teman-temannya (contoh: saat kelas BB belajar mendeskripsikan diri).
  • Adik-adik berani menyapa kakak-kakak pengajar lebih dulu.
  • Adik-adik berani berkenalan dan berbaur dengan kakak pengajar baru.

 

2. Kreativitas

  • Adik-adik mau menyampaikan ide-idenya (contoh: saat pembuatan naskah film pendek di kelas teater).

 

3. Rasa Ingin Tahu

  • Antusiasme adik-adik meningkat (contoh: saat belajar materi baru, belajar dgn metode baru, yaitu menggunakan permainan ular tangga/menggunakan laptop).
  • Adik-adik mau bertanya lebih lanjut mengenai materi ajar (saat materi perbedaan kebiasaan di setiap negara).

 

4. Empati

  • Mendengarkan temannya yang sedang bercerita di depan kelas.

 

Selain perkembangan positif dari adik-adik, kakak-kakak pengajar pun memperoleh berbagai pembelajaran saat kegiatan belajar di SKR berlangsung,. Berdasarkan kegiatan belajar yang terlah berlangsung terdapat hal-hal yang sebaiknya dipertahankan dan ditingkatkan oleh kakak pengajar, diantaranya adalah:

Yang harus dipertahankan:

  • Menggunakan metode bermain dalam proses penyampaian materi ajar.
  • Memulai kelas dengan kegiatan yang bersifat motorik sebagai pemanasan sebelum materi inti diberikan.
  • Mengapresiasi performa adik-adik di kelas jika melakukan hal positif (berani bertanya, berani maju ke depan, bertutur kata yang baik, dll.).

 

Yang butuh ditingkatkan:

  • Eksplorasi jenis-jenis permainan yang bisa digunakan sebagai media ajar agar adik-adik tidak merasa bosan.
  • Menerapkan prinsip reward bagi adik-adik kelas PAUD-2 SD dengan menggunakan Papan Bintang Adik Kita.
  • Menyiapkan materi ajar yang tidak membutuhkan waktu lama dalam pembelajarannya (misalkan: di kelas prakarya, 1 topik untuk 2-3 pertemuan agar adik-adik tidak bosan dan lebih antusias lagi).
  • Konfirmasi kehadiran saat jadwal mengajar agar tidak ada kekurangan pengajar/pengajar yang hadir lebih mempersiapkan diri untuk mengajar dengan jumlah anak yang lebih banyak dari biasanya.

 

Pada tema ini, secara umum seluruh kakak pengajar cukup puas dengan performa mengajar dan kegiatan belajar yang sudah dilakukan. Rata-rata tingkat kepuasan proses mengajar pada tema ‘Budaya Kita’ adalah …. (kisaran 1-10). Dari hasil evaluasi ini dapat disimpulkan bahwa kakak pengajar sebaiknya lebih mengeksplorasi lagi teknik mengajar dengan menggunakan metode bermain karena terlihat bahwa bermain sambil belajar dapat meningkatkan antusiasme belajar pada adik-adik. Selain itu, menyelipkan kegiatan motorik kasar sebelum, di sela-sela, atau setelah kegiatan belajar baik untuk menjaga semangat belajar adik-adik SKR.

4 replies
  1. Ruangguru
    Ruangguru says:

    berarti sekolah kita rumpin ini dibagi berdasarkan tema ya. jika 1 tema adalah tentang budaya, berarti semua kegiatannya bertema budaya ya? lalu bagaimana dengan pelajaran akademiknya?

    Reply
    • jona
      jona says:

      SKR tidak memberikan pelajaran akademik dalam inti kurikulum & 4 nilai dasarnya, sebab fungsi SKR hanya melengkapi sekolah formal para adik sehari-hari. Namun bila adik datang ke Kakak Kita menanyakan topik tertentu dari pelajaran akademiknya, mereka tetap bebas berdiskusi :)

      Selama 3 tahun pertama, SKR memakai tema ajar dwibulanan. Mulai 2016, SKR menggunakan tema ajar triwulan. Kamu dapat mengunduh gratis Silabus Ajar SKR di laman http://sekolahkitarumpin.com/silabus

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply to Ella Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>