Cerita dari Tur Kita

Kamis 27 Juni 2013, saya berangkat menuju kota Bandung guna mempersiapkan Tur Sekolah Kita Rumpin yang akan dilaksanakan pada 29 Juni 2013. Dua hari sebelum saya ke Bandung, saya diberitahu pihak yang mengkoordinir transportasi Tur Kita bahwa bis yang sudah dipesan membatalkan secara sepihak. Mereka memberi alasan kalau bis yang kita pesan sudah diborong perusahaan lain. Sontak saja saya shock dan bingung. Saya menghubungi lebih dari 7 perusahaan penyedia bis pariwisata dan semua full book. Akhirnya ada satu perusahaan yang bisa menyewakan bis dengan kapasitas 59 kursi namun non-AC. Tanpa berpikir panjang, saya langsung pesan bis tersebut.

Tanggal 28 Juni, saya berangkat dari Bandung menuju Rumpin. Tiba di Rumpin pukul 14.20 WIB, saya langsung istirahat di rumah Bu Neneng. Seperti biasa, di rumah Bu Neneng warga ramai berkumpul. Mereka sedang mempersiapkan bahan makanan ringan buat bekal di jalan. Sederhana sih makanannya, tapi kebersamaan dari para orang tua adik-adik sangat tampak. Ketika malam tiba, beberapa adik datang ke rumah Bu Neneng sekedar bertemu saya dan bertegur sapa.

“Saya sudah tak sabar pengen cepat-cepat besok, kak!” kata salah satu adik. Senyum mereka membuat saya juga ikut tak sabar menanti hari esok.

Keesokan harinya, Sabtu 29 Juni, saya dan keluarga Bu Neneng sudah bangun sejak pukul 04.00 pagi untuk berkemas. Tak lama setelah saya selesai bersiap-siap, tiba-tiba terdengar suara “Assalamualaikum” dari luar rumah. Saya buka pintu dan ternyata adik-adik beserta orang tua mereka sudah siap sedia, lengkap dengan t-shirt “sebab setiap tempat adalah sekolah kita plus barang-barang bawaan mereka masing-masing. Saya lihat jam dinding ternyata baru pukul 05.00. WOW, pagi sekali! J Kami pun berjalan kaki menuju jalan besar menanti kedatangan bis. Setibanya di jalan besar ternyata bis sudah standby, tetapi baru satu unit. Ketika ditanya kepada pak sopir, ternyata bis satu lagi kesasar. Hmmmm..

Pukul 08.15, bis yang kesasar pun tiba. Tanpa menunggu lama, kami langsung menaiki bis. Perjalanan ternyata tak semulus perkiraan. Kami terjebak macet di tol Cikampek. Selama itu pula saya sangat tidak tenang sebab waktu sudah menunjukkan pukul 12.00, sedangkan Museum Geologi akan tutup tepat pukul 14.00. Namun kekhawatiran saya tak terjadi. Kami tiba di depan Museum Geologi pukul 13.30. Uhhhh lega!

Salah satu Kakak Kita membeli tiket sesuai dengan jumlah adik-adik, orang tua, serta kakak-kakak yang datang. Semua langsung masuk ke museum dan dipandu oleh pemandu museum. Terlihat senyum lebar dari mereka walau tak sedikit yang muntah-muntah sepanjang perjalanan tadi. Tak terasa jarum jam sudah menunjuk tepat ke angka 2, tanda saatnya kami harus meninggalkan museum. Sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya kami berfoto bersama terlebih dahulu.

Setelah dari museum, kami melanjutkan perjalanan ke hutan terkenal kota Bandung yakni Babakan Siliwangi. Cukup senang dan membuat saya serta kakak-kakak terharu melihat keceriaan adik-adik dan orang tua yang sangat menikmati waktu mereka di sana. Mereka tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada kami semua.

Pengalaman ini sungguh menegangkan dan mengagumkan. Tak lupa sebelum saya tutup tulisan ini, saya dan seluruh keluarga Sekolah Kita ingin berterima kasih kepada semua donatur dan masyarakat yang telah mendukung program ini hingga terlaksana.

Salam dari saya dan adik-adik Rumpin yang selalu memberi senyuman manis yang tulus. :)

 

IMG-20130630-WA0000

Ana Agustina
Kakak Pengelola
Sekolah Kita
Sebab setiap tempat adalah sekolah kita
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>