Selamat datang di keluarga besar Sekolah Kita Rumpin!

Di penghujung tahun 2014 ini, Sekolah Kita Rumpin kehadiran beberapa wajah baru yang baru saja menjadi Kakak Kita Angkatan IV.

Sekolah Kita Rumpin selalu percaya bahwa dedikasi seseorang di komunitas sosial, khususnya dalam bidang pendidikan anak, haruslah berkelanjutan. Oleh karena itu, kami selalu mengadakan seleksi untuk memilih mana relawan yang serius untuk berkontribusi dan tahan banting untuk berdedikasi minimal selama setahun ke depan.

Setelah mengikuti seleksi essay di tahap pertama dan tahap wawancara via Skype atau telepon di tahap kedua, nama-nama di bawah ini adalah kakak-kakak yang terpilih untuk berkarya mulai Januari 2015
Kelas Pengajar Kelas Berani Berbicara :

Muthi’ah Khairunnisa
Kakak Relawan Kelas Pengajar umum :
Safira Andhani

Kakak Relawan Kelas Pengajar umum :
Renny Junita

Kakak Relawan Kelas Pengajar umum :
Wanda Arifandi Liauw

Kakak Pengajar Kelas Prakarya :
Lia Pangesty Noegraha

Kakak Riset Tim Pensil :
Christmastuti Destriyani

Kakak Riset Tim Pensil:
Peny Rahmadhani

Kakak Riset Tim jendela :
Ben Kristian Citto Laksana Tambunan

Kakak Riset Tim Jendela :
Retna Ayu Mustikarini Kencanasari

Kakak Riset Tim Jendela :
Pradikta Dwi Anthony

Mini Workshop Sekolah Kita Rumpin

Metode Pengajaran Kreatif: Bagaimana Cara Penerapan yang Tepat?

Ditulis oleh Kak Yasmine

image02

Pada hari Sabtu, 6 September 2014, tim riset dari Sekolah Kita Rumpin telah mengadakan mini workshop bertema “Metode Pengajaran Kreatif: Bagaimana Cara Penerapan yang Tepat?” yang ditujukan bagi seluruh kakak pengajar dari SKR. Mini workshop diselenggarakan di salah satu studio di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. Acara ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan para kakak pengajar mengenai metode ajar yang kreatif bagi para adik-adik kita. Acara tersebut dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi 1 mengenai “Learning through Play” dan sesi 2 mengenai “Metode Mengajar Kreatif yang Efektif”

Di sesi 1, sepasang suami istri, pencetus dari adanya permainan boardgame SMAKIIN BERDETAK yaitu Ibu Julie Tane dan Bapak Philip Triatna hadir sebagai narasumber. Keduanya berbagi kepada para kakak pengajar mengenai penggunaan media permainan untuk pembelajaran karakter bagi anak bangsa. Pasangan tersebut memiliki misi untuk membangun karakter positif dengan cara yang kreatif. Ibu Julie dan Pak Philip berkata, “tidak semua orang itu sistematis, tidak semua orang pintar ngajar. Anak juga dapat informasi dari berbagai sumber seperti orang tua, guru, dan media.” Maka dari itu, sebagai pengajar, dibutuhkan metode yang kreatif dalam mengajar agar dapat menarik perhatian anak dan anak dapat lebih menangkap materi ajar. Pembelajaran melalui media permainan, salah satunya dengan board games dapat dimanfaatkan untuk membantu proses belajar pada anak.

Menurut bu Julie dan pak Philip, bermain adalah kegiatan yang dapat diterima oleh banyak kalangan. Dengan bermain, anak tidak akan merasa dicekoki untuk belajar, tetapi mereka akan menikmatinya dan secara tidak langsung mendapatkan pelajaran dari permainan yang dilakukan. Pak Philip mengutip apa yang dikatakan oleh Plato, yaitu “Kalau mau mengajarkan orang dengan kata-kata perlu bertahun-tahun, tetapi kalau dengan bermain hanya butuh beberapa jam”. Dengan menggunakan metode bermain, terutama melalui media board game, anak-anak tidak akan merasa digurui, tetapi dapat belajar bersama. Adanya kebersamaan merupakan tujuan utama dari board game sehingga anak dapat saling mengajari dan mendapatkan pelajaran dari permainan tersebut. Dari sesi tanya jawab dengan Ibu Julie dan Pak Philip, para pengajar pun mendapatkan pengetahuan bahwa dalam proses belajar, mereka dapat menggunakan adanya kekuatan alat permainan. Dengan menciptakan sebuah alat permainan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, dapat membantu pengajar untuk menyampaikan materi pengajaran.

image00

 

 Selanjutnya, sesi dua mini workshop diisi oleh salah satu pengajar di Rumah Belajar Semi Palar, Bandung, Kak Wienny Siska Rahmawati. Di sesi 2, Kak Wienny berbagi pengalaman mengenai proses pengajaran di sekolah yang metode ajarnya menggunakan metode tematik. Proses belajarnya tidak sama dengan sekolah-sekolah konvensional yang ada. Kak Wienny berbagi cara mengenai pengajaran anak dengan menggunakan tema-tema besar yang kreatif dan imajinatif. Berdasarkan pengalaman Kak Wienny, terdapat beberapa poin penting untuk menjadi pengajar yang kreatif dan efektif bagi anak-anak. Berikut ini beberapa tips dari Kak Wienny:

  • Lepaskan jati diri sebagai orang dewasa yang merasa sudah tahu segala hal. Bukalah mata hati dan pikiran bahwa kita pun bisa belajar dari anak-anak.
  • Mengajarlah dengan keadaan hati yang positif karena energi yang ada pada diri kita akan sampai pada anak-anak. Dengan begitu, anak pun dapat menjadi lebih positif.

Menjadi contoh bagi anak. Jika kita ingin mengajarkan suatu kebiasaan baik pada anak, kita pun harus menjadi seperti itu terlebih dahulu.

  • Kenali karakter anak!
  • Bangun rasa percaya anak kepada kita. Itu adalah yang utama. Dengan adanya kepercayaan, anak akan menjadi lebih terbuka dan kita pun akan lebih bisa mengenali kebutuhan anak.
  • Ketika mengajar, carilah hal-hal yang lekat dengan kehidupan anak. Itu akan mempermudah anak untuk paham.

Selain itu, Kak Wienny pun memberikan saran kepada kakak pengajar mengenai penyusunan metode ajar yang kreatif. Seperti yang kak Wienny katakan, ketika membuat materi ajar, jangan batasi pikiran kita dan berpikirlah yang luas. Eksplor pikiranmu sendiri. Jika suda menemukan tema besar yang akan digunakan, eksplor mengenai topik tersebut dan tuliskan dalam bentuk mind map. Setelah itu, pengajar bisa menentukan bagian alur manakah yang tepat diberikan oleh anak-anak di usia, PAUD, SD, dan di atas SMP.

Itulah sekiranya materi yang didapat oleh para kakak pengajar di mini workshop yang diselenggarakan oleh tim riset Sekolah Kita Rumpin. Semoga para kakak pengajar bisa menciptakan materi ajar yang semakin kreatif dan efektif dan adik-adik kita semakin terpacu untuk belajar!

image01

 

Sebab itu kami ada

Sebab-itu-kami-ada-sekolah-kita-rumpin

Kemah kita merupakan moment yang sangat penting bagi komunitas kami. Kemah Kita dirancang untuk memberikan ruang diskusi bagi para kakak sebagai keluarga besar Sekolah Kita Rumpin dalam meningkatkan pemahaman konsep, sejarah dan keterlibatannya selama bergabung. Biasanya kegiatan ini menceritakan sejarah berdirinya komunitas, kurikulum, culture, evaluasi sistem komunitas, kegiatan belajar mengajar, dan paling penting adalah saat kami membuka diri untuk saling mengapresiasi dan memberikan masukan satu sama lain.

Kami sadar bahwa dalam prosesnya, kami masih banyak kekurangan dan masih jauh untuk bisa disebut sebagai komunitas yang sudah mempunyai sistem yang baik dan solid. Sistem internal kami masih terus berupaya memberikan yang terbaik bagi adik kita, donatur dan para kakak kita sebagai pendidik yang tak pernah menyerah oleh jarak dan waktu.

Semua hal ini kami sadari karena kami masih dibutuhkan dan mau berbagi bersama mereka. Banyak cerita dari setiap kakak ketika berkunjung untuk mengajar dan belajar bersama adik-adik di Sekolah Kita Rumpin. Belajar merupakan sebuah kata kunci yang menjadi acuan kami untuk tidak merasa menggurui adik-adik di sana. Bukan hanya belajar bersama adik kita, tetapi kami pun saling belajar antara satu kakak dengan kakak yang lain. Perbedaan karakter, basic pendidikan, lingkungan keluarga, suku dan agama bahkan budaya membuat kami tak pernah menyerah untuk saling menghargai dan memahami satu sama lain. Semoga ke depannya kami makin solid dan akan terus menjadi orang yang bisa berguna untuk bangsa dan negara. Sebab itu kami akan terus ada untuk berbagi dan menginspirasi. Semoga…

Terima kasih semua Kakak Kita dari angkatan pertama sampai angkatan ketiga yang masih bergabung hingga saat ini maupun yang sudah beraktivitas di luar lingkaran Sekolah Kita Rumpin. Semoga semangat itu akan terus ada di jiwa para manusia yang sangat peduli akan semesta ini. Sampai bertemu lagi di Kemah Kita tahun depan.

 

Salam dari Bandung,
Ana Agustina
Kakak Pengelola Sekolah Kita Rumpin

 

Re-imagine Learning Through DASA

Bagi kamu yang minimal bisa bermain catur, konten video di atas pasti bakal cepat kamu pahami.

DASA, diambil dari sebutan angka “10″ dalam bahasa Sansekerta, adalah sebuah permainan termodifikasi. Benar bahwa ia tak sepenuhnya orisinil, namun ia memiliki kompleksitas kerjasama tim yang absen dari permainan catur biasa.

Di level standar, DASA dimainkan oleh 10 orang yang masing-masing mengemban posisi : 3 Prajurit (Pawn), 1 Ksatria (Knight), 1 Prabu (Raja), 1 Mahapatih (Queen), 1 Patih (Bishop), 1 Adipati (Rook), serta tambahan 1 Diplomat (Negotiator/Peacemaker) dan 1 Pedagang (Trader). Pada level lebih tinggi, salah satu prajurit diganti dengan Malaikat (Angel) atau Algojo (Executioner) dengan ketentuan kedua posisi unik ini tidak boleh berada dalam tim yang sama + penempatan awalnya bebas selama sebaris dengan Diplomat/Pedagang.

Saat ini mari kita fokus pada penjabaran level standar.

1. Luas area yang diperlukan guna memainkannya berkisar dari 5×6 hingga 5×8 kotak. Bagi pemula sebaiknya mencoba dari area terkecil terlebih dahulu.

2. Tiap anak bebas bergerak mengikuti kehendak pribadinya sesuai gerakan posisi yang ia emban.

3. Saat timnya tertekan, Diplomat berhak mengajukan REMIS bila ia sanggup mengklaim ‘Kunci Mati‘ terhadap Prabu lawan hanya dalam 2x giliran. Hak istimewa ini sebaiknya dipergunakan ketika Prabu tim sendiri sedang terancam klaim Kunci Mati pada giliran lawan berikutnya.

4. Saat dirinya terkunci/terancam, Pedagang berhak meminta barter atas nyawanya dengan mengorbankan nyawa teman setimnya yang lain kecuali Prabu atau memberi giliran ekstra bagi tim lawan secara cuma-cuma.

5. Selama berkonsolidasi, usahakan agar tim lawan tak mengetahui kode-kode komunikasi atau strategi yang dipakai ketika menyerang.

Beberapa probabilitas yang muncul dari permainan ini :

1. Oleh sebab tiap anak bebas bergerak atas kemauannya sendiri, ia boleh mengabaikan strategi tim. Pengabaian tersebut bisa membawa kemenangan atau justru awal dari kekalahan timnya.

2. Anak-anak yang pasif akan terdorong secara otomatis untuk mempertahankan diri dan mencari jalan keluar baik bagi dirinya sendiri maupun bagi timnya secara umum.

3. Posisi Diplomat secara khusus melatih anak mengembangkan daya pikir kritis dan analisis rasional, sementara posisi Pedagang menguji ketahanan prinsip hingga kesetiaan pengembannya.

4. Tiap anak dapat terlibat dalam perumusan strategi menyerang maupun bertahan melalui proses diskusi serta komunikasi berkelanjutan, bahkan saat permainan berlangsung. Semakin banyak skenario strategi disiapkan, semakin baik kerjasama tim menghadapi kondisi aktual di area permainan.

Berangkat dari analisis di atas, DASA sejatinya mendorong terciptanya iklim bermain yang mengedepankan kerjasama tim, kepercayaan diri, kreativitas, daya pikir kritis, empati/oportunis, loyalitas, hingga pentingnya berkomunikasi secara rutin.

Akhir kata, silakan mampir ke laman proyek SKR ini di http://www.changemakers.com/project/dasa lalu mainkan bersama teman-teman kamu. :)

Tuhan Les Taman Gula ke-2!

 

vlcsnap-2014-04-15-01h43m01s114

Buat saya, ada 2 hal yang terbersit dalam benak maupun batin saat SKR genap memasuki usia 2 tahun.

Pertama, tersisa 4 tahun menuju perwujudan misi utama : kemandirian wirausaha warga Kp. Cibitung dan sekitarnya serta regenerasi internal pengajar pendatang ke adik-adik alumni SKR.

Kedua, senyum lebar. Terhadap apa atau siapa? Serta apa pula sebabnya?

Standar sistem semakin tinggi –> seleksi alam Kakak Kita –> standar individual Kakak Kita meningkat –> kualitas performa serta evaluasi naik –> ragam bahan riset bertambah –> pengarsipan berlapis dan kaya materi –> terbentuknya pengukuran dampak secara signifikan plus tahan uji, baik terhadap Adik Kita, orang tua mereka, maupun warga kampung secara umum.

Seorang pengajar angkatan III pernah bilang (walau dia ngakunya lupa-lupa ingat) begini :

Mungkin lo pengen Kakak Kita ini pada upgrade diri, dari emas ke titanium.

Saya bilang bukan mungkin, tapi memang itu tujuannya. Standar tinggi membutuhkan manusia yang tak cepat puas dan bersedia mengeksplorasi potensinya terus-menerus. Bagi mereka yang tak bersedia naik tingkat, marilah kita sepakat untuk tak sepakat.

Sebagai komunitas serius yang mengedepankan kekokohan sistem internal – disiplin komitmen dan kontribusi – kebebasan berekspresi – metode ajar terpadu – pentingnya riset dan arsip, cepat atau lambat SKR bakal butuh Kakak Kita bertipe titanium, bukan lagi emas. Hal ini bisa terjadi tahun depan, dua tahun lagi, enam bulan lagi, atau bahkan besok. Jika anda tak bersiap dari sekarang, anda pasti ketinggalan jauh di belakang.

Di lain kesempatan, seorang kakak riset angkatan III melontarkan pernyataan :

“Wahh udah umur dua.. Ayo kita ajak SKR belajar jalan…”

Saya jawab :

“Telat. SKR cuma sampe 6 tahun. Sekarang harusnya udah belajar lari.”

 

Maka, selamat ulang tahun ke-2, Sekolah Kita Rumpin!

Selamat belajar berlari dan selamat melesat meninggalkan mereka yang tak mau ikut serta….jauh di belakang!

vlcsnap-2014-04-15-01h49m01s176

- Jonathan Manullang, Kakak Promotor -

 

2014 : Riset Terpadu, Sistem Internal, Hirarki Pendidikan

main-banner-sekolah-kita-rumpin-1

 

Halo semuanya!

Saya sangat antusias menyambut tahun 2014. Selain karena masa memilih pemimpin baru Indonesia akhirnya tiba, pengejawantahan hal-hal rinci dari konsep sistem organisasi yang dikembangkan di Sekolah Kita Rumpin akan berlangsung pada tahun ini.

Pertama-tama, sebagai sekolah non-formal yang memfasilitasi pendidikan alternatif, saya sangat senang mengetahui bahwa SKR telah memulai program riset terpadunya. Berawal dari gagasan Kakak Kurikulum yang menekankan pentingnya pelaksanaan riset, kini telah terbentuk 2 tim Kakak Riset :
-) Tim Pensil, bertugas mengobservasi perkembangan adik, performa tiap pengajar, rekomendasi pemutakhiran materi ajar, serta mengukur dampak materi-metode ajar pada adik2.
-) Tim Jendela, bertugas melaksanakan riset jangka pendek (eksperimental-insidental) dalam aspek pendidikan-psikologi-sosial-ekonomi serta menemukan potensi lokal masyarakat lalu mengembangkan usaha bersama yang sesuai dengan potensi lokal tersebut.

Perhatikan kata pengantar yang terdapat pada Program Kerja Tim Riset berikut :

Seperti teman-teman ketahui, banyak sekali kegiatan sosial, relawan, ataupun gerakan pemuda lainnya yang ada di Indonesia. Berjamur setiap tahunnya. Namun boleh dibilang, tidak banyak yang berani melakukan kritik diri untuk terus mengembangkan performa dari organisasi atau gerakan tersebut. Seringkali semua terlena dengan pujian-pujian di permukaan yang diperoleh dari media sosial serta pengakuan di konferensi-konferensi nasional bahkan internasional.

Tetapi tidak di Sekolah Kita Rumpin. Berkecimpung langsung di dunia pendidikan, walau non-formal, kami sadari adalah peran yang begitu krusial sebab berhubungan langsung dengan masa lalu, masa kini, serta masa depan adik-adik yang kita bina. Bagaimana caranya agar semua kakak yang tergabung dalam Sekolah Kita Rumpin bisa terus memberikan yang terbaik untuk adik-adik? Tidak terbuai dengan status quo? Dengan terus mengevaluasi diri.

Di sinilah peran teman-teman yang tergabung dalam Tim Riset berperan. Teman-teman adalah bagian yang sangat penting dalam memajukan Sekolah Kita Rumpin karena teman-temanlah yang akan membantu menemukan kekuatan, mendiagnosis kelemahan, dan mencari solusi untuk perkembangan kurikulum dan metode pengajaran di Sekolah Kita Rumpin melalui laporan-laporan berkala, publikasi riset yang menarik, hingga pemutakhiran materi dan alat ajar. Selain itu, Tim Riset juga akan membantu menggali potensi masyarakat lokal Rumpin sehingga nantinya SKR tidak hanya berdampak langsung pada adik-adik, namun juga kepada masyarakat Rumpin pada umumnya.

Bersama-sama kita belajar membuat Sekolah Kita Rumpin menjadi organisasi muda yang berkembang secara dewasa.
Sekali lagi, selamat datang, dan selamat belajar bersama di Sekolah Kita Rumpin

*merinding*

Kedua, konsolidasi internal. Ini adalah tema utama Rencana 2014 SKR. Dengan sistem yang semakin teruji lewat pengalaman-pengalaman di lapangan, saya berharap Kultur Organisasi SKR (baca menu Tentang Kita) segera menapak di permukaan. Masing-masing Kakak Kita paham benar serta menjalankan bagiannya dengan sebaik-baiknya, menguatkan budaya kerjasama tim serta saling menjunjung tinggi kebebasan berpikir/berpendapat/berkreasi.

Tanpa sistem internal yang solid, citra sehebat/sekeren apapun di luar sana sia-sia saja kan?

Terakhir, saya hendak mengutip kata-kata beberapa kakak pengajar tetap di bawah ini.

Apa yang ingin kuubah? Hirarki dalam pendidikan. Semua orang masih berpendapat bahwa IPA lebih tinggi daripada IPS dan IPS bahkan lebih tinggi daripada Bahasa dan Olahraga. Hal-hal ini, menurutku, membatasi minat sehingga tidak berani mengejar impian pribadi (misalnya ingin jadi seorang pelukis) karena orang menganggap itu sebelah mata, gak potensial lah, gak lebih bagus daripada kalau kerja sebagai insinyur.
- Tiara Ayuwardani (salah satu materi dokumenter Sekolah Kita Rumpin)

Cara pandang pasca revolusi industri yang bikin hal-hal yang sejatinya nir-hirarki menjadi terklasifikasi dalam hirarki
- Gigay Citta Acikgenc

Salam,

Kakak Promotor Sekolah Kita Rumpin

Selamat Datang, Kakak Kita Angkatan III!

Halo!

Pertama-tama, keluarga besar Sekolah Kita Rumpin mengucapkan selamat tahun baru 2014. Semoga tahun ini kita semua dapat berkembang menjadi manusia yang lebih baik bagi sesama.

Kedua, selamat bergabung bagi kamu-kamu yang lulus sebagai Kakak Kita Angkatan III SKR. Kami sudah tak sabar menunggu kontribusi luar biasa kamu semua untuk adik-adik di Rumpin. Kami juga tak lupa mengucapkan terima kasih bagi total 44 pelamar calon Kakak Kita Angkatan III.

Berikut adalah daftar lengkap Kakak Kita Angkatan III :

Kakak Riset:

1. Widita Diah Kustrini

2. Jova Febrina Hadis

3. Dhurandara Hidimbyatmaja

4. Christal Ayu Karuniya Setyobudi

 

Kakak Pengajar Relawan Kelas Umum:

1. Laressa Amaly

2. Defi Satriyani

3. Nabila Putri

4. Isabella Kozaly

5. Giasinta Livia

 

Kakak Pengajar Relawan Kelas Spesialis Teater:

1. Marsha Elfiandri Miloen

2. Agung Sulthonaulia Utama

 

Kakak Pengajar Relawan Kelas Spesialis Public Speaking:

1. Justitia Avila Veda

2. Dian Anisa Rahmayani

 

Kakak Pengajar Relawan Kelas Spesialis Prakarya:

1. Diana Christie Angelina

 

Kakak Penggalang Dana:

1. Tiara Anzani

2. Hastami Arum Citra

 

Kakak Fotografer/Videografer Relawan:

1. Nuri Arunbiarti Moeladi

 

Sekali lagi, SELAMAT!

Penerimaan Kakak Kita Angkatan III

Masa penerimaan terbatas Kakak Kita Angkatan III (tambahan), 10 Agustus 2014 – 20 Agustus 2014.

Keterangan mengenai posisi yang kami butuhkan adalah sebagai berikut :

A. Kakak Pengajar

  • Kelas Spesialis Berani Bicara (1 Pengajar Tetap)
  • Kelas Umum (1 Pengajar Relawan)

Tim Pengajar terdiri dari Kakak Pengajar Tetap dan Kakak Pengajar Relawan. Dalam satu tim terdapat satu pengajar tetap + dua pengajar relawan. Pengajar Tetap wajib datang setiap timnya mengajar sedangkan Pengajar Relawan bergantian mendampingi.

Tanggung jawab:

1. Bersama teman setim ajarnya mengajukan konsep dan materi ajar sesuai tema dwibulanan
2. Mengajar kelas yang telah ditentukan atas kesepakatan tim ajarnya
3. Menulis laporan evaluasi usai mengajar

Kriteria:

1. Berusia minimal 16 tahun (minimal SMA).
2. Bersedia serta mampu berkomitmen selama minimal 1 tahun bagi pengajar relawan & minimal 18 bulan bagi pengajar tetap.
3. Suka bermain dan belajar bersama anak-anak kecil.
4. Berpikiran terbuka terhadap keberagaman (nilai-nilai pluralisme).
5. Disiplin.
6. Khusus calon Pengajar Tetap Kelas Spesialis Berani Bicara diharapkan memiliki kemampuan memadai dalam bidang public-speaking. Kami memprioritaskan yang pernah mengajar anak-anak.

B. Kakak Riset
Kakak Riset akan bekerja sama dengan Kakak Kurikulum untuk meneliti dampak dari materi ajar, metode ajar dan kurikulum pada adik-adik Sekolah Kita Rumpin. Hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan dalam laporan-laporan berkala yang akan digunakan oleh Tim SKR untuk mengembangkan sistem dan kurikulumnya ke depan

Tanggung jawab :
1. Melakukan kunjungan berkala ke SKR untuk observasi kelas dan lingkungan
2. Mengolah data menjadi laporan dan tulisan berkala – bersama dengan Kakak Kurikulum
3. Mempresentasikan laporan secara berkala kepada sivitas SKR
4. Bersama Kakak Kurikulum mengadakan KBK (Kelas Berbagi Kita) rutin. KBK adalah sebuah ruang diskusi mengenai isu pendidikan yang dibuka bagi Kakak Kita dan khalayak umum.
5. Melakukan penelitian mini lainnya (terutama berkenaan dengan pendidikan, psikologi anak, isu-isu development) untuk mengembangkan model SKR

Kriteria :
1. Empatik, kreatif, curious, dan menyukai anak-anak
2. Mampu berkomitmen minimal setahun penuh.
3. Memiliki kemampuan observasi dan menulis yang baik.
4. Bisa bekerja dalam tim
5. Tidak mengikuti lebih dari 2 organisasi/komunitas

C. Videografer-Editor Relawan
Para videografer-editor relawan akan bergabung dengan Divisi Promosi serta memiliki jadwal kunjungan rutin ke Rumpin yang ditentukan lewat kesepakatan bersama dalam rapat divisi berdasarkan faktor-faktor pengarsipan, ketersediaan waktu, hingga rencana program kerja.

Tanggung jawab :
1. Mendokumentasikan seluruh kegiatan sepanjang kelas berlangsung dalam bentuk video
2. Mengirimkan video utuh yang telah melewati proses kurasi dan penyuntingan ke sekolahkitarumpin@gmail.com guna dipublikasi di akun Youtube SKR
3. Aktif dalam tim newsletter SKR
4. Bersedia diperbantukan dalam program kerja divisi lain yang membutuhkan materi video

Kriteria :
1. Mampu berkomitmen di SKR selama setahun penuh
2. Memprioritaskan calon yang maksimal sedang menempuh kuliah S1 semester 6
3. Tidak mengikuti lebih dari 2 organisasi/komunitas
4. Menguasai teknik penyuntingan video yang mumpuni

D. Koordinator Penggalang Dana dan Kakak Penggalang Dana
Tim ini akan bertugas mengurus kegiatan fundraising kreatif untuk membantu adik-adik mendapatkan fasilitas yang lebih memadai untuk belajar.

Kriteria Koordinator Penggalang Dana:
1. Mampu berkomitmen minimal 1 tahun
2. Memiliki pengalaman organisasi di bidang penggalangan dana
3. Mampu bekerjasama dengan baik secara tim

Kriteria Kakak Penggalang Dana:
1. Mampu berkomitmen minimal 1 tahun penuh
2. Bersedia belajar atau telah memiliki pengalaman organisasi di bidang penggalangan dana
3. Maksimal sedang menempuh pendidikan semester 6 S1

Bila berminat serta merasa mampu mengemban posisi yang kami buka di atas, silahkan buka menu “Cara Bergabung”. Isi formulir dengan lengkap lalu submit. Kami tunggu sampai tanggal 20 Agustus 2014 ya!

Jika formulir kamu memenuhi syarat, kamu akan dihubungi secara langsung untuk mengikuti wawancara pribadi. Terima kasih!

Cerita dari Tur Kita (II) + Kegiatan Berkebun

Selamat pagi, teman-teman!

Berikut ini adalah sebuah narasi visual dari Kak Rara Sekar tentang kegiatan berkebun pada tanggal 23 Desember 2012, bertepatan dengan awal tema besar dwibulanan “Kebun Kita”.

Selain itu kami hadirkan pula sebuah dokumentasi singkat hasil kurasi karya Kak Prita Meilanitasari seputar program Tur Kita ke Museum Geologi serta Hutan Babakan Siliwangi, Bandung, pada tanggal 29 Juni 2013. Tak lupa ucapan terima kasih buat Kak Daud yang telah merangkainya!

Akhir kata, selamat menikmati!