Rayakan ulang tahun dengan kerja bakti? Kenapa tidak?

Tepat pada 10 April yang lalu, Sekolah Kita Rumpin (SKR) genap berusia tiga tahun. Sebagai ucapan syukur atas bertambahnya usia SKR, kakak-kakak dan adik-adik SKR melakukan kerja bakti pada Minggu (12/4).
Semua kakak dan adik berkumpul di SKR. Sebelum memulai kerja bakti, Bu Neneng membawakan kue tart sebagai simbol perayaan ulang tahun dari SKR. Kak Ana, selaku pendiri dari SKR, didamping oleh semua adik dan kakak berdoa dan meniup lilin.

Setelah perayaan kecil-kecilan tersebut, Kak Ana membagi tugas bersih-bersih per kelas. Adik-adik kelas PAUD hingga 2 SD ditugasi mengelap kaca. Adik-adik kelas 3 hingga 4 SD ditugasi untuk memungut sampah plastik yang ada di sekitar SKR.

Adik-adik kelas 5 hingga 6 SD ditugasi membersihkan bagian dalam kelas. Dan adik-adik kelas SMP – SMA kebagian tugas menyapu dan mengepel ruang kelas. Gak cuma adik-adik, tapi semua kakak juga ikut membantu membersihkan SKR.
Setelah selesai membersihkan SKR, semuanya kembali berkumpul. Setiap kakak dan adik diberikan kertas berbentuk daun untuk diisikan harapan akan SKR. Setelah kertas diisi, kemudian digantungkan di ranting pohon yang kami sebut pohon harapan.

Habis itu, kakak-kakak bikin vote kecil-kecilan. Setiap orang harus menuliskan nama-nama, baik kakak ataupun adik, sesuai dengan kriteria masing-masing. Dari hasil vote tersebut terpilih :

Adik Terajin = Annisa (SMK)

Adik Terseru = Rohadi (6 SD)

Adik Terberani = Sari (6 SD)

Adik Terkreatif = Risma (5 SD)

Kakak Terajin = Kak Josephine

Kakak Terseru = Kak Hanna

Kakak Terkreatif = Kak Giany

Kakak Terberani = Kak Ana

Dan di akhir kegiatan, semua kakak dan adik makan bersama. Adik-adik tampak antusias menyantap bekal yang mereka bawa dari rumah.

Layaknya manusia yang berusia tiga tahun yang tengah belajar akan banyak hal, begitu pula SKR di usianya yang ketiga. Kegiatan belajar dan mengajar menjadi pelajaran baik bagi adik ataupun kakak yang terlibat dalam setiap kegitan.

Seperti doa kepada anak berusia tiga tahun, semoga SKR terus bertumbuh menjadi manfaat baik bagi warga Cibitung dan Malahpar ataupun Indonesia di masa yang akan datang.

Salam,

Christmastuti Destriyani (@kerisirek)

Kakak Riset dari Tim Pensil

Regenerasi Pertama Sekolah Kita Rumpin

Dalam perjalanannya menuju 3 tahun, Sekolah Kita Rumpin sudah mempersiapkan regenerasi kepengurusan tim inti sebagai bentuk nyata kedinamisan organisasi yang membutuhkan ide segar dari Kakak Kita angkatan I-IV.

Kenapa perlu regenerasi? Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi kreativitas dan empati, maka kami perlu membuat langkah-langkah yang konkret untuk mengembangkan organisasi menjadi organisasi yang benar-benar dinamis dari segi program dan sumber dayanya. Dengan adanya pergantian kepengurusan maka ruang untuk Kakak Kita dalam melibatkan dirinya akan semakin terfasilitasi dan terolah menjadi individu yang bertanggung jawab atas tugas yang diembannya.

Keterlibatan mereka untuk diberikan ruang tanggung jawab yang lebih ini, diharapkan mampu menjadikan motivasi kepada seluruh kakak yang lainnya. Tujuan lainnya dari regenerasi ini adalah ke depannya para tim inti dari Sekolah Kita Rumpin adalah adik-adik yang sudah dewasa yang mampu berkomitmen demi memajukan daerahnya.

Di bawah ini adalah daftar pergantian kepengurusan:

  1. Kakak Promotor : Kak Jonathan digantikan oleh Kak Josefhine Chitra
  2. Kakak Kurikulum : Kak Rara Sekar digantikan oleh Kak Tiara Ayuwardani
  3. Kakak Koordinator Pengajar : Kak Lani digantikan oleh Kak Hanna Masturina

Sistem regenerasi itu sendiri dilakukan dengan cara mencalonkan diri maupun mencalonkan nama kakak yang lain dengan memberikan alasan pencalonannya sebagai dasar pertimbangan para tim inti sebelumnya. Diskusi antara kandidat kakak pengganti dengan kakak sebelumnya pun sering dilakukan untuk menyeimbangkan program kerja yang sudah berjalan dan akan dijalankan di tahun selanjutnya supaya tidak terjadinya tumpang tindih.

Adapun struktur kepengurusan kami terbaru adalah adanya kakak dewan pembina pada divisi promosi, kurikulum dan pengajar. Mereka semua adalah kakak Jonathan sebagai kakak dewan pembina divisi promosi dan hubungan luar, kakak Rara Sekar Larasati sebagai kakak dewan pembina divisi kurikulum dan riset, kakak Lani Mariyanti sebagai kakak dewan pembina pengajar.

Untuk itu, kami akan tetap ada dan berkarya bersama di Rumpin. Terima kasih semua kakak yang telah berkarya bersama di Sekolah Kita Rumpin. :wink:
Salam,

Kakak Pengelola

 

Ana Agustina

Evaluasi Proses Belajar Sekolah Kita Rumpin: Tema Panggung Kita (November-Desember 2014)

Di Sekolah Kita Rumpin, tema keempat dari kegiatan belajar di kelas umum adalah ‘Panggung Kita’. Tema tersebut adalah penutup dari kegiatan belajar di tahun 2014. Maka dari itu, materi ajar yang diberikan oleh setiap kakak pengajar adalah persiapan untuk penampilan akhir tahun adik-adik SKR di acara ‘Panggung Akhir Tahun’. Adanya acara Panggung Akhir Tahun bertujuan untuk memberikan wadah bagi adik-adik untuk menunjukkan hasil pembelajarannya selama satu tahun ini dan menjadi ajang untuk menunjukkan bakat serta kreativitas adik-adik. Berikut ini adalah kegiatan yang dilakukan di kelas umum dan kelas spesialis sepanjang persiapan acara Panggung Akhir Tahun:

 

  • Diskusi pemilihan jenis penampilan bersama adik-adik.
  • Latihan untuk penampilan di acara Panggung Akhir Tahun.
  • Gladi kotor untuk acara Panggung Akhir Tahun

Selanjutnya puncak acara dari tema ‘Panggung Kita’ adalah terselenggaranya kegiatan Panggung Akhir Tahun pada hari Minggu, 14 Desember 2014. Persiapan acara berlangsung dari pukul 08.00 WIB. Untuka acara intinya dimulai pada pukul 10.00 – 12:00 WIB. Selain menampilkan berbagai kesenian, adik-adik dari kelas Prakarya pun membantu kakak pengajar untuk membuat dekorasi acara. Berikut ini adalah penampilan para adik-adik di Panggung Akhir Tahun:

  1. Pembawa acara: Linda (perwakilan kelas Berani Bicara)
  2. Tari Jaipong (oleh Dian & Sari, perwakilan kelas Berani Bicara)
  3. Tari Pinguin (oleh kelas SMP, SMA, SMK)
  4. Musikalisasi lagu Guruku (oleh kelas PAUD-2 SD)
  5. Tari Piring (oleh kelas 3-4 SD)
  6. Menyanyikan lagu Dari Sabang sampai Merauke (oleh kelas 3-4 SD)
  7. Qasidah (oleh ibu Neneng dan warga)
  8. Pencak Silat (oleh kelas 5-6 SD)
  9. Pembacaan puisi (oleh Annisa, perwakilan kelas SMK)
  10. Tari Semapur (oleh kelas 5-6 SD)

Berdasarkan kegiatan-kegiatan tersebut, terdapat hal-hal positif yang muncul pada adik-adik SKR. Jika ditinjau dari empat landasan nilai SKR, nilai-nilai yang paling terlihat dan terasa berkembang pada adik-adik (secara berurutan) adalah percaya diri, kreativitas, rasa ingin tahu, dan empati. Berikut ini adalah hal-hal positif yang muncul ditinjau dari nilai-nilai SKR:   1. Percaya Diri

  • Adik-adik sangat antusias memperlihatkan hasil latihannya kepada teman-teman dari kelas lain dan kakak-kakak pengajar selama proses latihan dan gladi kotor.
  • Adik-adik mau untuk latihan sendiri tanpa bimbingan dari kakak-kakak pengajar (contoh: kelas SMP-SMA-SMK,yang pengajarnya sedang berhalangan hadir hingga akhir tahun, memilih jenis penampilannya sendiri, berlatih sendiri, dan dengan percaya dirinya menampilkannya di hadapan kakak pengajar kelas lain).
  • Adik-adik berani menampilkan berbagai penampilan seni di acara Panggung Akhir Tahun dengan antusias di hadapan seluruh penonton (orangtua adik-adik, tamu dari pihak luar, dan seluruh kakak kita SKR).
  • Adik-adik tetap berani dan antusias untuk tampil, meskipun hanya berlatih dalam waktu yang singkat (2-3x pertemuan latihan bersama kakak pengajar).

2. Kreativitas

  • Adik-adik mau menyampaikan ide-idenya untuk penampilan Panggung Akhir Tahun (contoh: saat diskusi kelas untuk penentuan penampilan berlangsung di setiap kelas).
  • Adik-adik berinisiatif untuk membuat karya seni sendiri (contoh: Annisa yang membuat puisi sendiri dan mencalonkan diri sendiri untuk tampil, adik-adik kelas SMP, SMA, SMK  yang berlatih menari sendiri dengan melihat dari tayangan video di YouTube, adik-adik kelas 5-6 SD yang memilih jenis penampilannya sendiri).
  • Adik-adik berinisiatif untuk menyiapkan properti penampilannya (contoh: kelas 5-6 SD yang menyiapkan sendiri bendera semapur).

3. Rasa Ingin Tahu

  • Adik-adik mau mencari tahu jenis penampilan yang sebaiknya ditampilkan

(contoh: Ketika Annisa & Sari menawarkan diri untuk tampil menari tradisional, mereka mau melihat-lihat dulu jenis tarian tradisional yang ada untuk menentukan tarian yang akan mereka tampilkan).

  • Adik-adik antusias untuk mempelajari hal baru (contoh: Dian & Sari yang sangat antusias belajar tari jaipong untuk pertama kali. Meskipun waktu latihannya hanya 3x, tetapi mereka meminta terus untuk belajar berbagai gerakan jaipong).
  • Adik-adik berani untuk bertanya tips dari kakak-kakak agar penampilan mereka di Panggung Akhir Tahun semakin bagus.

4. Empati

  • Adik-adik menonton teman-temannya yang sedang tampil saat gladi kotor maupun saat acara berlangsung dengan tenang (tidak mengejek temannya yang sedang tampil).

Selain perkembangan positif dari adik-adik, kakak-kakak pengajar pun memperoleh berbagai pembelajaran saat kegiatan belajar di SKR berlangsung,. Berdasarkan kegiatan belajar yang terlah berlangsung terdapat hal-hal yang sebaiknya dipertahankan dan ditingkatkan oleh kakak pengajar, diantaranya adalah:   Yang harus dipertahankan:

  • Melibatkan adik-adik dalam pengambilan keputusan (dalam hal ini, untuk pemilihan penampilan di acara Panggung Akhir Tahun).
  • Membiarkan adik-adik untuk mengeksplorasi apa yang mereka inginkan, tetapi tetap dengan pengawasan kakak-kakak pengajar.
  • Mengarahkan dan memberikan materi untuk tampil yang disesuaikan dengan perkembangan adik-adik SKR (contoh: tari piring yang dimodifikasi dengan menggunakan piring plastik dan gerakannya sederhana)
  • Mengapresiasi performa adik-adik saat latihan dan setelah penampilan.

Yang butuh ditingkatkan:

  • Konfirmasi kehadiran saat jadwal mengajar agar tidak ada kekurangan pengajar/pengajar yang hadir lebih mempersiapkan diri untuk mengajar dengan jumlah anak yang lebih banyak dari biasanya.
  • Konsistensi kakak pengajar untuk mengingatkan adik-adik mengenai keberhasilan kelas.

  Pada tema ini, secara umum seluruh kakak pengajar sangat puas dengan performa mengajar, kegiatan belajar yang sudah dilakukan, dan penampilan adik-adik di acara Panggung Akhir Tahun. Dari hasil evaluasi ini, dapat terlihat dengan sangat konkret hasil belajar para adik-adik di SKR selama tahun 2014. Adik-adik menunjukkan tingkat percaya diri yang meningkat. Mereka dapat dengan berani dan antusias untuk tampil di hadapan para penonton Panggung Akhir Tahun. Semangat belajar mereka pun semakin meningkat, terlihat dari antusiasme adik-adik yang tinggi setiap latihan akan dimulai setiap minggunya. Semoga di tahun berikutnya, kakak pengajar dapat memberikan materi-materi ajar yang semakin menarik, beragam, dan lebih mengasah rasa ingin tahu dari adik-adik. Selain itu, kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan rasa empati adik-adik juga bisa lebih dikembangkan.

Evaluasi Proses Belajar Sekolah Kita Rumpin: Tema Budaya Kita (September-Oktober 2014)

Evaluasi Proses Belajar Sekolah Kita Rumpin

Tema                           : Budaya Kita

Periode                        : Oktober 2014

 Di tahun 2014, tema ketiga dari kegiatan belajar di kelas umum Sekolah Kita Rumpin adalah ‘Budaya Kita’. Di tema ini, setiap kakak pengajar memberikan materi mengenai budaya, baik itu budaya dari dalam negeri, maupun luar negeri. Beberapa pengajar sudah mulai menerapkan penyampaian materi melalui proses bermain sambil belajar, sesuai dengan pelatihan yang baru saja diberikan kepada kakak-kakak pengajar di bulan September 2014. Berikut ini adalah kegiatan belajar yang sudah dilakukan di kelas umum:

 

  • Pengenalan budaya Indonesia melalui permainan Ular Tangga, kuis Famili 100.
  • Pengenalan permainan tradisional Indonesia dengan memainkan permainannya (permainan jaga benteng).
  • Latihan menari tari tradisional Indonesia (tari Piring-Minang, tari Yospan-Papua) dan menyanyi lagu-lagu tradisional serta lagu nasional Indonesia.
  • Pengenalan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda dari berbagai negara melalui kegiatan bermain peran.
  • Pengenalan tari tradisional, pakaian adat, dan rumah adat di Indonesia melalui kegiatan kuis (dibantu dengan laptop).
  • Menyelipkan kegiatan bermain kartu Uno.

 

Selanjutnya, berikut ini adalah kegiatan belajar yang telah dilakukan di kelas spesialis (sifatnya lebih bebas, tidak terikat dengan tema besar) :

Kelas Prakarya

  • Membuat kartu ucapan dengan teknik scrapbook.

Kelas Teater

  • Membuat film pendek.

Kelas Berani Bicara

  • Belajar mendeskripsikan suatu topik.
  • Belajar mengenai cerita wayang

 

Berdasarkan kegiatan-kegiatan tersebut, terdapat hal-hal positif yang muncul pada adik-adik SKR. Jika ditinjau dari empat landasan nilai SKR, nilai-nilai yang paling terlihat dan terasa berkembang pada adik-adik (secara berurutan) adalah percaya diri, kreativitas, rasa ingin tahu, dan empati. Berikut ini adalah hal-hal positif yang muncul ditinjau dari nilai-nilai SKR:

1. Percaya Diri

  • Adik-adik berani untuk mempraktekkan hasil belajar (contoh: berani untuk menarikan tari Yospan di hadapan kakak-kakak pengajarnya).
  • Adik-adik berani untuk berbicara di hadapan teman-temannya (contoh: saat kelas BB belajar mendeskripsikan diri).
  • Adik-adik berani menyapa kakak-kakak pengajar lebih dulu.
  • Adik-adik berani berkenalan dan berbaur dengan kakak pengajar baru.

 

2. Kreativitas

  • Adik-adik mau menyampaikan ide-idenya (contoh: saat pembuatan naskah film pendek di kelas teater).

 

3. Rasa Ingin Tahu

  • Antusiasme adik-adik meningkat (contoh: saat belajar materi baru, belajar dgn metode baru, yaitu menggunakan permainan ular tangga/menggunakan laptop).
  • Adik-adik mau bertanya lebih lanjut mengenai materi ajar (saat materi perbedaan kebiasaan di setiap negara).

 

4. Empati

  • Mendengarkan temannya yang sedang bercerita di depan kelas.

 

Selain perkembangan positif dari adik-adik, kakak-kakak pengajar pun memperoleh berbagai pembelajaran saat kegiatan belajar di SKR berlangsung,. Berdasarkan kegiatan belajar yang terlah berlangsung terdapat hal-hal yang sebaiknya dipertahankan dan ditingkatkan oleh kakak pengajar, diantaranya adalah:

Yang harus dipertahankan:

  • Menggunakan metode bermain dalam proses penyampaian materi ajar.
  • Memulai kelas dengan kegiatan yang bersifat motorik sebagai pemanasan sebelum materi inti diberikan.
  • Mengapresiasi performa adik-adik di kelas jika melakukan hal positif (berani bertanya, berani maju ke depan, bertutur kata yang baik, dll.).

 

Yang butuh ditingkatkan:

  • Eksplorasi jenis-jenis permainan yang bisa digunakan sebagai media ajar agar adik-adik tidak merasa bosan.
  • Menerapkan prinsip reward bagi adik-adik kelas PAUD-2 SD dengan menggunakan Papan Bintang Adik Kita.
  • Menyiapkan materi ajar yang tidak membutuhkan waktu lama dalam pembelajarannya (misalkan: di kelas prakarya, 1 topik untuk 2-3 pertemuan agar adik-adik tidak bosan dan lebih antusias lagi).
  • Konfirmasi kehadiran saat jadwal mengajar agar tidak ada kekurangan pengajar/pengajar yang hadir lebih mempersiapkan diri untuk mengajar dengan jumlah anak yang lebih banyak dari biasanya.

 

Pada tema ini, secara umum seluruh kakak pengajar cukup puas dengan performa mengajar dan kegiatan belajar yang sudah dilakukan. Rata-rata tingkat kepuasan proses mengajar pada tema ‘Budaya Kita’ adalah …. (kisaran 1-10). Dari hasil evaluasi ini dapat disimpulkan bahwa kakak pengajar sebaiknya lebih mengeksplorasi lagi teknik mengajar dengan menggunakan metode bermain karena terlihat bahwa bermain sambil belajar dapat meningkatkan antusiasme belajar pada adik-adik. Selain itu, menyelipkan kegiatan motorik kasar sebelum, di sela-sela, atau setelah kegiatan belajar baik untuk menjaga semangat belajar adik-adik SKR.

Satu Tahun Sekolah Kita Rumpin

sekolah-kita-banda-neira-19

Andai sebuah perasaan bisa dengan tepat dideskripsikan dengan kata-kata, mungkin akan membutuhkan 2 halaman penuh untuk mendaftar kata-kata yang bisa menjelaskan rasa ini. Bahagia, campur haru, campur semangat, entahlah, biarkan dia menjadi suatu campuran rasa yang tidak perlu diungkapkan secara tepat.

Di atas metromini yang harus berhenti karena macetnya Puncak,  di situlah dua ide bertemu. Siapa sangka sore itu adalah pertemuan pertama antara sekolah minggu di Kampung Cibitung dengan Sekolah Kita Rumpin dan berkembang menjadi sebuah komunitas menyenangkan yang memiliki relawan sampai 30 orang. Andai manusia punya kemampuan untuk memutar waktu, ingin sekali rasanya aku berterima kasih pada semesta untuk pertemuan itu :)

Saat ini kegiatan SKR telah berjalan 1 tahun. Layaknya setiap hal yang terjadi di dalam hidup, aku percaya bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Walau masih berusia dini, aku sangat sadar bahwa dokumentasi perjalanan SKR adalah aset untuk bisa terus belajar dan berkembang. Maka, di bulan April 2013 ini, keluarga SKR ingin mengajak teman-teman, baik kakak-kakak relawan maupun simpatisan untuk bersama-sama menyelami perjalanan setahun silam yang tertera dalam sebuah laporan tahunan: Satu Tahun Sekolah Kita Rumpin.

Tentunya laporan ini masih jauh dari sempurna. Rencananya, untuk tahun ajaran berikutnya, akan ada data dan grafik kedatangan adik-adik juga para kakak relawan untuk mengetahui keaktifan kegiatan SKR secara umum. Akan lebih banyak bukti-bukti anekdotal dan cerita-cerita dari kelas. Sayangnya, ide-ide pengembangan ini baru muncul di tengah jalan, sementara Kakak Sekretaris baru saja kami rekrut. Hahaha, begitulah. Tapi inilah sebenar-benarnya perjuangan, dijalani dengan spontan dan bertahap, serta belajar dalam proses itu sendiri.

Sebelum membaca laporan tahunan, aku ingin berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh keluarga SKR yang selalu semangat untuk mendukung juga belajar bersama setiap hari Minggu di mushola kecil dan sumpek itu. Terima kasih kak, karena kalian lah maka SKR ada. Terima kasih banyak juga kepada warga Rumpin yang selalu mendukung kegiatan SKR, selalu tersenyum, dan selalu menanyakan kabar kakak-kakak ketika kami tiba di rumah Bu Neneng. Terima kasih banyak sebab kalian senantiasa membuat kami bahagia.

Terima kasih paling besar aku ingin ucapkan kepada Tuhan, alam semesta, atau apapun kata yang tepat untuk menjelaskan kebesaran-Nya, karena telah mempertemukan kita semua dan menjadikan kita sebuah keluarga. Satu tahun belum seberapa. Semangat untuk berbagi tak bisa dikungkung waktu dan jarak. Sekali lagi terima kasih, dan semangat selalu untuk kita semua.

Setahun ini kita telah membuktikan bahwa setiap tempat, baik itu mushola kecil, kebun tak terurus, ataupun bayangan di bawah pohon, adalah sekolah kita.

(Laporan Satu Tahun Sekolah Kita Rumpin tersedia di menu “Arsip”)

Salam hangat,

Kakak Kurikulum
Sekolah Kita Rumpin