Pengalaman Mengikuti Kegiatan International Youth Day 2017

oleh Kanya Pinandita, Kakak Pengajar Tetap Kelas Umum

Sebagai pengajar relawan kelas umum di Sekolah Kita Rumpin (SKR), saya sangat bersyukur telah terpilih menjadi salah satu dari 36 peserta untuk mewakili SKR dalam perayaan International Youth Day yang jatuh pada tanggal 12 Agustus 2017. Dalam rangka menyambut perayaan tersebut, pada tanggal 11 Agustus, Youth Force Indonesia bekerjasama dengan Aliansi Remaja Indonesia dan juga United Nations Indonesia mengadakan diskusi terbuka untuk menyumbangkan ide-ide kreatif anak muda yang terkait dengan isu-isu seperti kemiskinan, perubahan iklim, pariwisata, kesehatan reproduksi seksual, intoleransi, dan  pendidikan.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, panitia membagi kami ke dalam enam kelompok. Setiap kelompok mewakili isu yang menjadi fokus dari organisasi. Saya bergabung dalam kelompok pendidikan. Sebagai hasil dari diskusi yang kami lakukan selama seharian penuh, kami merancang sebuah rencana aksi (action plan) yang langsung kami presentasikan di depan Staff Kepresidenan Republik Indonesia.

Pada hari kedua kami menghadiri diskusi terbuka dengan topik “Youth Building Peace” yang dilaksanakan di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa narasumber seperti Ibu Ruby Khalifah (Asian Muslim Nerwork Indonesia), Karina Nadila (Miss Supranational Indonesia 2017), Dr. Margaretha S (Youth and ASRH UNFPA Indonesia), dan Ms. Miyeon Park (UN Volunteer Indonesia). Pada diskusi tersebut saya berkesempatan untuk mewakili kelompok saya dari tim pendidikan untuk menyampaikan rencana aksi kami kepada seluruh peserta diskusi yang hadir. Kami menyampaikan bagaimana pentingnya pendidikan yang inklusif dan berbasis lokal untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik. Selain itu, dalam diskusi tersebut juga dibahas mengenai  program Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut dirancang agar  Indonesia dan negara berkembang lainnya bekerjasama untuk menciptakan negara yang bebas kemiskinan, aman, dan damai.

Di usia saya yang masih muda banyak hal yang perlu saya catat dan pelajari. Menghadiri kegiatan tersebut adalah salah satu kesempatan belajar yang baik untuk saya. Terima kasih tak terhingga untuk kakak-kakak dari Sekolah Kita Rumpin yang sudah mempercayai saya untuk menghadiri acara ini. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan belajar yang sama seperti saya, dan walaupun status saya disini adalah sebagai seorang pengajar, saya justru merasa bahwa saya yang mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga setiap minggunya.

 

Tur (mini) Kita 4

tur compile

Oleh : Azmi Iik Firdhausi (Kakak Riset)


The best classroom and the richest clipboard is roofted by the sky
–Margaret McMillan

Hari ini adik-adik berkesempatan melakukan outdoor adventure education melalui permainan fisik sekaligus mengasah otak dan kreativitas. Pembelajaran di luar ini merupakan metode belajar yang berfokus pada suasana belajar di luar yang menyenangkan. Konsep adventure juga berarti journeying out to embrace the experience. Ya, experience atau pengalaman lah yang menjadi kunci utama. Pengalaman belajar di alam dan belajar dari alam.

Secara garis besar outdoor adventure education terdiri dari tiga komponen yang tergambar dalam diagram berikut.

e
Sumber: Outdoor Education : Authentic Learning in The Context of Landscapes (Higgins, P. and Nicol, R, 2002: 11)

Metode pembelajaran ini melibatkan outdoor activities dimana pergerakan fisik di luar ruangan yang ditonjolkan dan berbeda dengan kegiatan ketika di dalam kelas; environmental education dimana belajar di luar ruangan akan memiliki dampak adanya perasaan keterikatan dengan alam sehingga pembelajaran tentang lingkungan dapat optimal; terakhir personal and social development yang menekankan mengenai peran diri dalam tatanan sosial dengan mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama dan peduli.

Pembelajaran ini diawali dengan adik-adik dibagi menjadi dua tim—Tim Garuda dan Tim Cantik. Konsep permainannya hampir sama seperti amazing race yang terdiri dari pos-pos dan tiap peserta akan mendapat misi di setiap pos. Untuk dapat memenangkan permainan, adik-adik harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya ketika mengerjakan misi.

Pos Pertama adalah Pos Kibar Bendera. Pos ini merupakan modifikasi dari perlombaan pada acara perayaan 17 Agustus. Di dalam permainan tersebut orang pertama harus memberikan bendera kepada orang selanjutnya sampai dengan orang keempat. Namun setiap orang harus melakukan satu tugas. Orang pertama membawa kelereng menggunakan sendok; orang kedua balap trash bag; orang ketiga memasukkan pensil ke dalam botol; dan orang terakhir jalan jongkok dengan mata tertutup. Pos pertama ini dapat memberi pelajaran tentang kerjasama, bersikap sportif, percaya pada tim, peduli dan empati, dan belajar berjuang dengan sungguh-sunggu untuk mencapai tujuan.

Pos kedua adalah Pos Sampah. Adik-adik diminta untuk mengambil sticky note yang bertuliskan jenis sampah yang ditempelkan di pohon. Setelah itu berlari dan menampilkannya ke asturo yang sudah bertuliskan “organik” dan asturo lainnya bertuliskan “anorganik.” Pos ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan tentang sampah: bahwa tidak semua sampah itu sama, bahaya dan manfaat sampah, memahami pentingnya mengelola sampah dan yang paling penting adalah bagaimana manusia memiliki peran sentral dan esensial untuk menjaga lingkungan. Salah satu hal terkecilnya adala aware dengan sampah disekitar dan mau memilahnya.

Pos ke-3 adalah pos binatang ternak. Adik-adik mengambil tiga kata kunci. Tiga kata kunci tersebut harus dikembangkan menjadi sebuah dongeng fabel. Dua cerita yang dibuat oleh kedua tim sangat menarik. Tim Garuda bercerita tentang legenda musuh bebuyutan yang terjadi antara Kerbau dan Sapi, sedangkan Tim Cantik bercerita tentang Lomba Fashion Show di hutan. Pos ini mencoba mengenalkan apa saja hewan ternak dan karakteristiknya, meningkatkan keterampilan verbal dengan menulis kreatif, menulis dan mendongengkan, serta memahami pentingnya peran individu sebagai agen dalam kegiatan penciptaan karya secara kolektif.

Pos ke-4 adalah Pos Danau. Adik-adik diminta untuk melukiskan manfaat danau di selembar kertas sketsa. Pos ini mengajarkan untuk mengenal alam sekitar , memahami manfaat alam untuk keberlangsungan hidup manusia, merefleksikan kembali hubugan manusia dengan alam, belajar mengejawantahkan ide menjadi bahasa visual dan juga belajar tentang makna dari bersyukur.

Begitulah petualangan adik-adik hari ini. Petualangan yang semoga dapat menyisakan perasaan magis dalam diri setiap adik-adik atas pembelajaran yang didapatnya hari ini. Namun yang juga penting adalah: adik-adik bisa memahami bahwa definisi belajar tidak hanya terbatas pada ruang kelas dan nilai di atas kertas.

Salam.

Pekan Gembira Rumpin 2016

PGR2016FINAL

Sekolah Kita Rumpin kembali mengadakan Pekan Gembira Rumpin!

Pekan Gembira Rumpin 2016 adalah peringatan #4tahunSKR sekaligus acara penggalangan dana bagi Sekolah Kita Rumpin. Pekan Gembira Rumpin akan diadakan Minggu, 24 April 2016 di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta. Kamu bisa berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan di antaranya :

  • Kelas Fotografi bersama Muhammad Fadli @mfimages dengan tema kelas “Editorial Photography”. Pukul 13.00-15.30 WIB.
  • Kelas Prakarya bersama Kitty Manu @kittymanu_ yaitu Melukis di atas Tote Bag. Pukul 13.00-15.30 WIB.
  • Pemutaran dan diskusi film Another Trip to The Moon karya Ismail Basbeth. Pukul 16.30-18.00 WIB.
  • Stand Komunitas Lemari Buku-Buku dimana kamu bisa mendonasikan buku-buku dan mendapat 1 gambar gratis.Pukul 13.00-17.00 WIB.

Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan di atas, kamu sekaligus memberikan donasi untuk berlangsungnya seluruh aktivitas Sekolah Kita Rumpin di masa depan.

  • Donasi “Kelas” Rp150.000
  • Donasi “Kelas dan Film” Rp175.000
  • Donasi Film (HTM) Rp50.000

Untuk Kelas dan Pemutaran film, kamu bisa mendaftar lewat form di bawah ini :

Informasi selengkapnya bisa hubungi : 0822 8154 2093 (Muthia). Ada pertanyaan mengenai Pekan Gembira Rumpin? Kamu bisa mention @sekolahrumpin di Twitter/Instagram.

Sampai jumpa di Pekan Gembira Rumpin!

 

Rayakan ulang tahun dengan kerja bakti? Kenapa tidak?

Tepat pada 10 April yang lalu, Sekolah Kita Rumpin (SKR) genap berusia tiga tahun. Sebagai ucapan syukur atas bertambahnya usia SKR, kakak-kakak dan adik-adik SKR melakukan kerja bakti pada Minggu (12/4).
Semua kakak dan adik berkumpul di SKR. Sebelum memulai kerja bakti, Bu Neneng membawakan kue tart sebagai simbol perayaan ulang tahun dari SKR. Kak Ana, selaku pendiri dari SKR, didamping oleh semua adik dan kakak berdoa dan meniup lilin.

Setelah perayaan kecil-kecilan tersebut, Kak Ana membagi tugas bersih-bersih per kelas. Adik-adik kelas PAUD hingga 2 SD ditugasi mengelap kaca. Adik-adik kelas 3 hingga 4 SD ditugasi untuk memungut sampah plastik yang ada di sekitar SKR.

Adik-adik kelas 5 hingga 6 SD ditugasi membersihkan bagian dalam kelas. Dan adik-adik kelas SMP – SMA kebagian tugas menyapu dan mengepel ruang kelas. Gak cuma adik-adik, tapi semua kakak juga ikut membantu membersihkan SKR.
Setelah selesai membersihkan SKR, semuanya kembali berkumpul. Setiap kakak dan adik diberikan kertas berbentuk daun untuk diisikan harapan akan SKR. Setelah kertas diisi, kemudian digantungkan di ranting pohon yang kami sebut pohon harapan.

Habis itu, kakak-kakak bikin vote kecil-kecilan. Setiap orang harus menuliskan nama-nama, baik kakak ataupun adik, sesuai dengan kriteria masing-masing. Dari hasil vote tersebut terpilih :

Adik Terajin = Annisa (SMK)

Adik Terseru = Rohadi (6 SD)

Adik Terberani = Sari (6 SD)

Adik Terkreatif = Risma (5 SD)

Kakak Terajin = Kak Josephine

Kakak Terseru = Kak Hanna

Kakak Terkreatif = Kak Giany

Kakak Terberani = Kak Ana

Dan di akhir kegiatan, semua kakak dan adik makan bersama. Adik-adik tampak antusias menyantap bekal yang mereka bawa dari rumah.

Layaknya manusia yang berusia tiga tahun yang tengah belajar akan banyak hal, begitu pula SKR di usianya yang ketiga. Kegiatan belajar dan mengajar menjadi pelajaran baik bagi adik ataupun kakak yang terlibat dalam setiap kegitan.

Seperti doa kepada anak berusia tiga tahun, semoga SKR terus bertumbuh menjadi manfaat baik bagi warga Cibitung dan Malahpar ataupun Indonesia di masa yang akan datang.

Salam,

Christmastuti Destriyani (@kerisirek)

Kakak Riset dari Tim Pensil

Evaluasi Proses Belajar Sekolah Kita Rumpin: Tema Panggung Kita (November-Desember 2014)

Di Sekolah Kita Rumpin, tema keempat dari kegiatan belajar di kelas umum adalah ‘Panggung Kita’. Tema tersebut adalah penutup dari kegiatan belajar di tahun 2014. Maka dari itu, materi ajar yang diberikan oleh setiap kakak pengajar adalah persiapan untuk penampilan akhir tahun adik-adik SKR di acara ‘Panggung Akhir Tahun’. Adanya acara Panggung Akhir Tahun bertujuan untuk memberikan wadah bagi adik-adik untuk menunjukkan hasil pembelajarannya selama satu tahun ini dan menjadi ajang untuk menunjukkan bakat serta kreativitas adik-adik. Berikut ini adalah kegiatan yang dilakukan di kelas umum dan kelas spesialis sepanjang persiapan acara Panggung Akhir Tahun:

 

  • Diskusi pemilihan jenis penampilan bersama adik-adik.
  • Latihan untuk penampilan di acara Panggung Akhir Tahun.
  • Gladi kotor untuk acara Panggung Akhir Tahun

Selanjutnya puncak acara dari tema ‘Panggung Kita’ adalah terselenggaranya kegiatan Panggung Akhir Tahun pada hari Minggu, 14 Desember 2014. Persiapan acara berlangsung dari pukul 08.00 WIB. Untuka acara intinya dimulai pada pukul 10.00 – 12:00 WIB. Selain menampilkan berbagai kesenian, adik-adik dari kelas Prakarya pun membantu kakak pengajar untuk membuat dekorasi acara. Berikut ini adalah penampilan para adik-adik di Panggung Akhir Tahun:

  1. Pembawa acara: Linda (perwakilan kelas Berani Bicara)
  2. Tari Jaipong (oleh Dian & Sari, perwakilan kelas Berani Bicara)
  3. Tari Pinguin (oleh kelas SMP, SMA, SMK)
  4. Musikalisasi lagu Guruku (oleh kelas PAUD-2 SD)
  5. Tari Piring (oleh kelas 3-4 SD)
  6. Menyanyikan lagu Dari Sabang sampai Merauke (oleh kelas 3-4 SD)
  7. Qasidah (oleh ibu Neneng dan warga)
  8. Pencak Silat (oleh kelas 5-6 SD)
  9. Pembacaan puisi (oleh Annisa, perwakilan kelas SMK)
  10. Tari Semapur (oleh kelas 5-6 SD)

Berdasarkan kegiatan-kegiatan tersebut, terdapat hal-hal positif yang muncul pada adik-adik SKR. Jika ditinjau dari empat landasan nilai SKR, nilai-nilai yang paling terlihat dan terasa berkembang pada adik-adik (secara berurutan) adalah percaya diri, kreativitas, rasa ingin tahu, dan empati. Berikut ini adalah hal-hal positif yang muncul ditinjau dari nilai-nilai SKR:   1. Percaya Diri

  • Adik-adik sangat antusias memperlihatkan hasil latihannya kepada teman-teman dari kelas lain dan kakak-kakak pengajar selama proses latihan dan gladi kotor.
  • Adik-adik mau untuk latihan sendiri tanpa bimbingan dari kakak-kakak pengajar (contoh: kelas SMP-SMA-SMK,yang pengajarnya sedang berhalangan hadir hingga akhir tahun, memilih jenis penampilannya sendiri, berlatih sendiri, dan dengan percaya dirinya menampilkannya di hadapan kakak pengajar kelas lain).
  • Adik-adik berani menampilkan berbagai penampilan seni di acara Panggung Akhir Tahun dengan antusias di hadapan seluruh penonton (orangtua adik-adik, tamu dari pihak luar, dan seluruh kakak kita SKR).
  • Adik-adik tetap berani dan antusias untuk tampil, meskipun hanya berlatih dalam waktu yang singkat (2-3x pertemuan latihan bersama kakak pengajar).

2. Kreativitas

  • Adik-adik mau menyampaikan ide-idenya untuk penampilan Panggung Akhir Tahun (contoh: saat diskusi kelas untuk penentuan penampilan berlangsung di setiap kelas).
  • Adik-adik berinisiatif untuk membuat karya seni sendiri (contoh: Annisa yang membuat puisi sendiri dan mencalonkan diri sendiri untuk tampil, adik-adik kelas SMP, SMA, SMK  yang berlatih menari sendiri dengan melihat dari tayangan video di YouTube, adik-adik kelas 5-6 SD yang memilih jenis penampilannya sendiri).
  • Adik-adik berinisiatif untuk menyiapkan properti penampilannya (contoh: kelas 5-6 SD yang menyiapkan sendiri bendera semapur).

3. Rasa Ingin Tahu

  • Adik-adik mau mencari tahu jenis penampilan yang sebaiknya ditampilkan

(contoh: Ketika Annisa & Sari menawarkan diri untuk tampil menari tradisional, mereka mau melihat-lihat dulu jenis tarian tradisional yang ada untuk menentukan tarian yang akan mereka tampilkan).

  • Adik-adik antusias untuk mempelajari hal baru (contoh: Dian & Sari yang sangat antusias belajar tari jaipong untuk pertama kali. Meskipun waktu latihannya hanya 3x, tetapi mereka meminta terus untuk belajar berbagai gerakan jaipong).
  • Adik-adik berani untuk bertanya tips dari kakak-kakak agar penampilan mereka di Panggung Akhir Tahun semakin bagus.

4. Empati

  • Adik-adik menonton teman-temannya yang sedang tampil saat gladi kotor maupun saat acara berlangsung dengan tenang (tidak mengejek temannya yang sedang tampil).

Selain perkembangan positif dari adik-adik, kakak-kakak pengajar pun memperoleh berbagai pembelajaran saat kegiatan belajar di SKR berlangsung,. Berdasarkan kegiatan belajar yang terlah berlangsung terdapat hal-hal yang sebaiknya dipertahankan dan ditingkatkan oleh kakak pengajar, diantaranya adalah:   Yang harus dipertahankan:

  • Melibatkan adik-adik dalam pengambilan keputusan (dalam hal ini, untuk pemilihan penampilan di acara Panggung Akhir Tahun).
  • Membiarkan adik-adik untuk mengeksplorasi apa yang mereka inginkan, tetapi tetap dengan pengawasan kakak-kakak pengajar.
  • Mengarahkan dan memberikan materi untuk tampil yang disesuaikan dengan perkembangan adik-adik SKR (contoh: tari piring yang dimodifikasi dengan menggunakan piring plastik dan gerakannya sederhana)
  • Mengapresiasi performa adik-adik saat latihan dan setelah penampilan.

Yang butuh ditingkatkan:

  • Konfirmasi kehadiran saat jadwal mengajar agar tidak ada kekurangan pengajar/pengajar yang hadir lebih mempersiapkan diri untuk mengajar dengan jumlah anak yang lebih banyak dari biasanya.
  • Konsistensi kakak pengajar untuk mengingatkan adik-adik mengenai keberhasilan kelas.

  Pada tema ini, secara umum seluruh kakak pengajar sangat puas dengan performa mengajar, kegiatan belajar yang sudah dilakukan, dan penampilan adik-adik di acara Panggung Akhir Tahun. Dari hasil evaluasi ini, dapat terlihat dengan sangat konkret hasil belajar para adik-adik di SKR selama tahun 2014. Adik-adik menunjukkan tingkat percaya diri yang meningkat. Mereka dapat dengan berani dan antusias untuk tampil di hadapan para penonton Panggung Akhir Tahun. Semangat belajar mereka pun semakin meningkat, terlihat dari antusiasme adik-adik yang tinggi setiap latihan akan dimulai setiap minggunya. Semoga di tahun berikutnya, kakak pengajar dapat memberikan materi-materi ajar yang semakin menarik, beragam, dan lebih mengasah rasa ingin tahu dari adik-adik. Selain itu, kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan rasa empati adik-adik juga bisa lebih dikembangkan.

Sebab itu kami ada

Sebab-itu-kami-ada-sekolah-kita-rumpin

Kemah kita merupakan moment yang sangat penting bagi komunitas kami. Kemah Kita dirancang untuk memberikan ruang diskusi bagi para kakak sebagai keluarga besar Sekolah Kita Rumpin dalam meningkatkan pemahaman konsep, sejarah dan keterlibatannya selama bergabung. Biasanya kegiatan ini menceritakan sejarah berdirinya komunitas, kurikulum, culture, evaluasi sistem komunitas, kegiatan belajar mengajar, dan paling penting adalah saat kami membuka diri untuk saling mengapresiasi dan memberikan masukan satu sama lain.

Kami sadar bahwa dalam prosesnya, kami masih banyak kekurangan dan masih jauh untuk bisa disebut sebagai komunitas yang sudah mempunyai sistem yang baik dan solid. Sistem internal kami masih terus berupaya memberikan yang terbaik bagi adik kita, donatur dan para kakak kita sebagai pendidik yang tak pernah menyerah oleh jarak dan waktu.

Semua hal ini kami sadari karena kami masih dibutuhkan dan mau berbagi bersama mereka. Banyak cerita dari setiap kakak ketika berkunjung untuk mengajar dan belajar bersama adik-adik di Sekolah Kita Rumpin. Belajar merupakan sebuah kata kunci yang menjadi acuan kami untuk tidak merasa menggurui adik-adik di sana. Bukan hanya belajar bersama adik kita, tetapi kami pun saling belajar antara satu kakak dengan kakak yang lain. Perbedaan karakter, basic pendidikan, lingkungan keluarga, suku dan agama bahkan budaya membuat kami tak pernah menyerah untuk saling menghargai dan memahami satu sama lain. Semoga ke depannya kami makin solid dan akan terus menjadi orang yang bisa berguna untuk bangsa dan negara. Sebab itu kami akan terus ada untuk berbagi dan menginspirasi. Semoga…

Terima kasih semua Kakak Kita dari angkatan pertama sampai angkatan ketiga yang masih bergabung hingga saat ini maupun yang sudah beraktivitas di luar lingkaran Sekolah Kita Rumpin. Semoga semangat itu akan terus ada di jiwa para manusia yang sangat peduli akan semesta ini. Sampai bertemu lagi di Kemah Kita tahun depan.

 

Salam dari Bandung,
Ana Agustina
Kakak Pengelola Sekolah Kita Rumpin

 

Workshop Menulis Kreatif

Halo!

Tanggal 4-18 Mei 2014 silam adalah masa pelaksanaan workshop menulis kreatif di SKR oleh Kak Kika Dhersy Putri. Adik Kita dari berbagai usia mendapat pembekalan dasar mengenai hal menggali kreativitas menulis terutama tulisan fiksi.

Saat ini hasil tulisan Adik Kita sedang memasuki proses kurasi guna menyaring karya-karya terbaik nan relevan yang nantinya akan bersatu dalam sebuah buku <– bagian dari program wirausaha kreatif tentunya.

Sambil menunggu kurasi berjalan, silakan menikmati video rangkuman kegiatan workshop hari terakhir berikut, satu karya lagi dari Kak Elizabeth Karina.

Cerita dari Tur Kita (II) + Kegiatan Berkebun

Selamat pagi, teman-teman!

Berikut ini adalah sebuah narasi visual dari Kak Rara Sekar tentang kegiatan berkebun pada tanggal 23 Desember 2012, bertepatan dengan awal tema besar dwibulanan “Kebun Kita”.

Selain itu kami hadirkan pula sebuah dokumentasi singkat hasil kurasi karya Kak Prita Meilanitasari seputar program Tur Kita ke Museum Geologi serta Hutan Babakan Siliwangi, Bandung, pada tanggal 29 Juni 2013. Tak lupa ucapan terima kasih buat Kak Daud yang telah merangkainya!

Akhir kata, selamat menikmati!

Cerita dari Tur Kita

Kamis 27 Juni 2013, saya berangkat menuju kota Bandung guna mempersiapkan Tur Sekolah Kita Rumpin yang akan dilaksanakan pada 29 Juni 2013. Dua hari sebelum saya ke Bandung, saya diberitahu pihak yang mengkoordinir transportasi Tur Kita bahwa bis yang sudah dipesan membatalkan secara sepihak. Mereka memberi alasan kalau bis yang kita pesan sudah diborong perusahaan lain. Sontak saja saya shock dan bingung. Saya menghubungi lebih dari 7 perusahaan penyedia bis pariwisata dan semua full book. Akhirnya ada satu perusahaan yang bisa menyewakan bis dengan kapasitas 59 kursi namun non-AC. Tanpa berpikir panjang, saya langsung pesan bis tersebut.

Tanggal 28 Juni, saya berangkat dari Bandung menuju Rumpin. Tiba di Rumpin pukul 14.20 WIB, saya langsung istirahat di rumah Bu Neneng. Seperti biasa, di rumah Bu Neneng warga ramai berkumpul. Mereka sedang mempersiapkan bahan makanan ringan buat bekal di jalan. Sederhana sih makanannya, tapi kebersamaan dari para orang tua adik-adik sangat tampak. Ketika malam tiba, beberapa adik datang ke rumah Bu Neneng sekedar bertemu saya dan bertegur sapa.

“Saya sudah tak sabar pengen cepat-cepat besok, kak!” kata salah satu adik. Senyum mereka membuat saya juga ikut tak sabar menanti hari esok.

Keesokan harinya, Sabtu 29 Juni, saya dan keluarga Bu Neneng sudah bangun sejak pukul 04.00 pagi untuk berkemas. Tak lama setelah saya selesai bersiap-siap, tiba-tiba terdengar suara “Assalamualaikum” dari luar rumah. Saya buka pintu dan ternyata adik-adik beserta orang tua mereka sudah siap sedia, lengkap dengan t-shirt “sebab setiap tempat adalah sekolah kita plus barang-barang bawaan mereka masing-masing. Saya lihat jam dinding ternyata baru pukul 05.00. WOW, pagi sekali! J Kami pun berjalan kaki menuju jalan besar menanti kedatangan bis. Setibanya di jalan besar ternyata bis sudah standby, tetapi baru satu unit. Ketika ditanya kepada pak sopir, ternyata bis satu lagi kesasar. Hmmmm..

Pukul 08.15, bis yang kesasar pun tiba. Tanpa menunggu lama, kami langsung menaiki bis. Perjalanan ternyata tak semulus perkiraan. Kami terjebak macet di tol Cikampek. Selama itu pula saya sangat tidak tenang sebab waktu sudah menunjukkan pukul 12.00, sedangkan Museum Geologi akan tutup tepat pukul 14.00. Namun kekhawatiran saya tak terjadi. Kami tiba di depan Museum Geologi pukul 13.30. Uhhhh lega!

Salah satu Kakak Kita membeli tiket sesuai dengan jumlah adik-adik, orang tua, serta kakak-kakak yang datang. Semua langsung masuk ke museum dan dipandu oleh pemandu museum. Terlihat senyum lebar dari mereka walau tak sedikit yang muntah-muntah sepanjang perjalanan tadi. Tak terasa jarum jam sudah menunjuk tepat ke angka 2, tanda saatnya kami harus meninggalkan museum. Sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya kami berfoto bersama terlebih dahulu.

Setelah dari museum, kami melanjutkan perjalanan ke hutan terkenal kota Bandung yakni Babakan Siliwangi. Cukup senang dan membuat saya serta kakak-kakak terharu melihat keceriaan adik-adik dan orang tua yang sangat menikmati waktu mereka di sana. Mereka tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada kami semua.

Pengalaman ini sungguh menegangkan dan mengagumkan. Tak lupa sebelum saya tutup tulisan ini, saya dan seluruh keluarga Sekolah Kita ingin berterima kasih kepada semua donatur dan masyarakat yang telah mendukung program ini hingga terlaksana.

Salam dari saya dan adik-adik Rumpin yang selalu memberi senyuman manis yang tulus. :)

 

IMG-20130630-WA0000

Ana Agustina
Kakak Pengelola
Sekolah Kita
Sebab setiap tempat adalah sekolah kita