Banda Neira, Sorgemagz dan Sekolah Kita

Minggu lalu, Sekolah Kita kedatangan tamu. Kali ini, pengajar tamu datang jauh dari Bali, Bandung dan Jakarta (kalau ini tidak terlalu jauh ya) untuk meramaikan kelas Minggu siang di Rumpin.

Mereka adalah Ananda Badudu, pedagang berita di Koran Tempo yang juga menyambi sebagai pemain gitar amatir di Banda Neira, Rara Sekar, Kakak Penyusun Kurikulum Sekolah Kita yang akhirnya bisa juga terbang dari Bali untuk menyempatkan mengajar di Sekolah Kita, juga Adhito Harinugroho atau Dhito, videografer handal dari Sorgemagz.

Pada mulanya, adik-adik terlihat agak malu-malu, terutama karena mereka bertiga adalah orang baru dan tak lupa Dhito selalu membawa kamera videonya yang sebesar gajah itu. Tapi, setelah sesi pembacaan cerita “Abu Nawas dan Semut” oleh Kak Ananda, adik-adik di Rumpin terlihat lebih santai dan bahkan, sangat senang! Terutama setiap kali Kak Ananda meminta adik-adik untuk menyuarakan suara binatang yang ada di dalam cerita seperti kucing, kerbau, monyet, semut (?), mereka tampak antusias untuk bergerak dan meniru suara binatang-binatang yang ada, bahkan ada yang sampai monyong-monyong. Kak Ana pun tidak bisa menahan ketawanya. Hahaha.

Sesi Kak Rara siang itu dimulai dengan bernyanyi “Topi Saya Bundar” dari tempo yang lambat hingga sangat cepat. Seru sekali! Bahkan Kakak-kakak Sekolah Kita malah yang salah-salah.. Setelah sesi pemanasan, suasana menjadi sangat hangat dengan ledakan tawa dimana-mana.

Siang itu sebenarnya, Kak Rara ingin mengedepankan tiga hal di kelas, kreativitas, percaya diri dan sebuah metode baru yang bernama appreciative inquiry. Metode yang baru ini, kata Kak Rara, ingin mengajarkan kita untuk belajar saling menghargai. Banyak yang bilang kalau menjadi orang kritis itu sulit, dan menghargai dan memuji orang lain itu mudah. Namun seringkali, kasusnya adalah sebaliknya. Rasanya terkadang itu sulit sekali untuk kita saling memuji. Selain itu, Kak Rara juga melihat bagaimana metode ini bisa meningkatkan rasa percaya diri pada anak, mengingat adik-adik di Rumpin juga adalah korban, membangun rasa percaya diri sangat dibutuhkan untuk hari ini serta masa depan mereka kelak.

Walau penjelasan di atas terkesan berat, sesungguhnya apa yang dilakukan di kelas Sekolah Kita siang itu sangatlah sederhana dan menyenangkan. Adik-adik dibagi 6 kelompok dan setiap kelompok harus menampilkan sebuah pertunjukkan apapun, baik menyanyi, menari, drama, dangdutan, bebas.

Sebelumnya setiap murid juga telah dibagikan sebuah amplop untuk mereka tulis nama dan gambar diri mereka. Amplop ini lalu ditempel di dinding oleh Kakak-kakak Sekolah Kita. Tujuan amplop ini apa ya? Ternyata, ketika setiap kelompok maju untuk tampil, setiap anak diminta untuk menuliskan pada secarik kertas pujian untuk teman mereka yang sedang tampil. Setelah itu, kertas-kertas pujian itu dimasukkan ke dalam amplop-amplop yang ada di dinding kelas.

Di akhir kelas, amplop-amplop itu dibagikan sebagai hadiah untuk adik-adik Rumpin, untuk mengingatkan bahwa setiap kita itu berharga, spesial, dan unik. Tampak ada beberapa murid yang usianya sudah lebih dewasa menganggukkan kepalanya ketika Kak Rara menerangkan arti amplop tersebut. Dengan tersenyum, satu per satu menerima amplop mereka. Tak disangka, hanya dengan satu amplop, secarik kertas dan bolpen, kita bisa membuat seseorang tahu bahwa dirinya sangat berharga :)

Perjalanan Minggu lalu bersama Kak Ananda dan Kak Rara yang adalah personil band minimalis-nelangsa-pop Banda Neira diliput oleh Kak Dhito, sang videografer berdedikasi tinggi. Selain teman-teman bisa melihat bagaimana Ibu Neneng dan Kak Ana sedikit bercerita tentang Sekolah Kita, di akhir video, Kak Ananda dan Kak Rara juga sempat menyanyikan lagu mereka yang berjudul “Rindu” yang adalah musikalisasi puisi Subagio Sastrowardoyo, bersama dengan adik-adik Rumpin! Kak Dhito mengaku bahwa bulu kuduknya berdiri ketika adik-adik ikut bernyanyi siang itu. Begitupula dengan Banda Neira. Memang pengalaman yang luar biasa hari itu.

Maka untuk mengakhiri tulisan ini, Sekolah Kita ingin mengutip kata-kata Kak Ananda di Sorgemagz,

“Terimakasih semua yang hadir di kelas hari itu. Ada banyak sekali tak bisa disebut satu-satu. Tanpa perlu berbuat apa-apa kalian berhasil bikin kami yang bertamu di sana merasa bahagia. Semoga kalian pun sama.”

[youtube=http://youtu.be/sa2_Hjqw73g]

Salam,

Sekolah Kita

1 reply
  1. @agustinaana8
    @agustinaana8 says:

    terima kasih kakak-kakak atas kehadirannya minggu kemarin, kalian akan selalu ditunggu adik-adik disana. salam hangat dari KITA semua,,, ^_^

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>