2014 : Riset Terpadu, Sistem Internal, Hirarki Pendidikan

main-banner-sekolah-kita-rumpin-1

 

Halo semuanya!

Saya sangat antusias menyambut tahun 2014. Selain karena masa memilih pemimpin baru Indonesia akhirnya tiba, pengejawantahan hal-hal rinci dari konsep sistem organisasi yang dikembangkan di Sekolah Kita Rumpin akan berlangsung pada tahun ini.

Pertama-tama, sebagai sekolah non-formal yang memfasilitasi pendidikan alternatif, saya sangat senang mengetahui bahwa SKR telah memulai program riset terpadunya. Berawal dari gagasan Kakak Kurikulum yang menekankan pentingnya pelaksanaan riset, kini telah terbentuk 2 tim Kakak Riset :
-) Tim Pensil, bertugas mengobservasi perkembangan adik, performa tiap pengajar, rekomendasi pemutakhiran materi ajar, serta mengukur dampak materi-metode ajar pada adik2.
-) Tim Jendela, bertugas melaksanakan riset jangka pendek (eksperimental-insidental) dalam aspek pendidikan-psikologi-sosial-ekonomi serta menemukan potensi lokal masyarakat lalu mengembangkan usaha bersama yang sesuai dengan potensi lokal tersebut.

Perhatikan kata pengantar yang terdapat pada Program Kerja Tim Riset berikut :

Seperti teman-teman ketahui, banyak sekali kegiatan sosial, relawan, ataupun gerakan pemuda lainnya yang ada di Indonesia. Berjamur setiap tahunnya. Namun boleh dibilang, tidak banyak yang berani melakukan kritik diri untuk terus mengembangkan performa dari organisasi atau gerakan tersebut. Seringkali semua terlena dengan pujian-pujian di permukaan yang diperoleh dari media sosial serta pengakuan di konferensi-konferensi nasional bahkan internasional.

Tetapi tidak di Sekolah Kita Rumpin. Berkecimpung langsung di dunia pendidikan, walau non-formal, kami sadari adalah peran yang begitu krusial sebab berhubungan langsung dengan masa lalu, masa kini, serta masa depan adik-adik yang kita bina. Bagaimana caranya agar semua kakak yang tergabung dalam Sekolah Kita Rumpin bisa terus memberikan yang terbaik untuk adik-adik? Tidak terbuai dengan status quo? Dengan terus mengevaluasi diri.

Di sinilah peran teman-teman yang tergabung dalam Tim Riset berperan. Teman-teman adalah bagian yang sangat penting dalam memajukan Sekolah Kita Rumpin karena teman-temanlah yang akan membantu menemukan kekuatan, mendiagnosis kelemahan, dan mencari solusi untuk perkembangan kurikulum dan metode pengajaran di Sekolah Kita Rumpin melalui laporan-laporan berkala, publikasi riset yang menarik, hingga pemutakhiran materi dan alat ajar. Selain itu, Tim Riset juga akan membantu menggali potensi masyarakat lokal Rumpin sehingga nantinya SKR tidak hanya berdampak langsung pada adik-adik, namun juga kepada masyarakat Rumpin pada umumnya.

Bersama-sama kita belajar membuat Sekolah Kita Rumpin menjadi organisasi muda yang berkembang secara dewasa.
Sekali lagi, selamat datang, dan selamat belajar bersama di Sekolah Kita Rumpin

*merinding*

Kedua, konsolidasi internal. Ini adalah tema utama Rencana 2014 SKR. Dengan sistem yang semakin teruji lewat pengalaman-pengalaman di lapangan, saya berharap Kultur Organisasi SKR (baca menu Tentang Kita) segera menapak di permukaan. Masing-masing Kakak Kita paham benar serta menjalankan bagiannya dengan sebaik-baiknya, menguatkan budaya kerjasama tim serta saling menjunjung tinggi kebebasan berpikir/berpendapat/berkreasi.

Tanpa sistem internal yang solid, citra sehebat/sekeren apapun di luar sana sia-sia saja kan?

Terakhir, saya hendak mengutip kata-kata beberapa kakak pengajar tetap di bawah ini.

Apa yang ingin kuubah? Hirarki dalam pendidikan. Semua orang masih berpendapat bahwa IPA lebih tinggi daripada IPS dan IPS bahkan lebih tinggi daripada Bahasa dan Olahraga. Hal-hal ini, menurutku, membatasi minat sehingga tidak berani mengejar impian pribadi (misalnya ingin jadi seorang pelukis) karena orang menganggap itu sebelah mata, gak potensial lah, gak lebih bagus daripada kalau kerja sebagai insinyur.
- Tiara Ayuwardani (salah satu materi dokumenter Sekolah Kita Rumpin)

Cara pandang pasca revolusi industri yang bikin hal-hal yang sejatinya nir-hirarki menjadi terklasifikasi dalam hirarki
- Gigay Citta Acikgenc

Salam,

Kakak Promotor Sekolah Kita Rumpin

1 reply
  1. Petra
    Petra says:

    Menanggapi kata-kata Kakak Tiara Ayuwardani, perubahan pandangan tentang pendidikan memang perlu dibangun sejak sekarang. Banyak orang tua yang memaksakan kehendak anak-anaknya untuk masuk IPA, padahal program IPS dan BAHASA tidak kalah penting. Pendidikan saat ini seharusnya bukan tuntutan atau paksaan orang tua, melainkan berdasarkan minat dan bakat yang dimiliki dan disenangi oleh anak.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>